Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 September 2024 | 18.59 WIB

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sudah Dekat! Berikut 4 Teladan Rasulullah Tentang Cinta dan Kasih Sayang

Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad Saw (Pixabay) - Image

Ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad Saw (Pixabay)

JawaPos.com – Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati pada 12 Rabiul awal dalam tahun Hijriyah. Peringatan Maulid Nabi tahun ini jatuh pada (16/9).

Maulid merupakan bentuk kecintaan seluruh umat muslim kepada Rasulullah saw.

Dilansir dari muslim.sg, berikut empat tauladan yang diajarkan Rasulullah saw tentang cinta dan kasih sayang:

Cinta Mengalahkan Kebencian

Rasulullah saw mengajarkan kita harus menjadi lebih baik secara pribadi untuk menghadapi kebencian. Kita tidak boleh merendahkan diri seperti orang yang menyebarkan kebencian karena menyebarkan hal negatif dapat membuat hati dan pikiran kita kotor.

Hal tersebut terdapat pada firman allah dalam Surah Al-Fushshilat ayat 34,

وَلَا تَسۡتَوِى الۡحَسَنَةُ وَ لَا السَّيِّئَةُ ؕ اِدۡفَعۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُ فَاِذَا الَّذِىۡ بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِىٌّ حَمِيۡمٌ‏ ٣٤

Tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan perilaku yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan denganmu serta-merta menjadi seperti teman yang sangat setia (QS. Fushshilat Ayat 34).

1. Memaafkan Lebih Baik daripada Balas Dendam

Kita mungkin pernah mendengar tentang peristiwa Ta’if, saat itu Nabi Muhammad saw lebih memilih belas kasihan daripada membalas dan harapan daripada keputusasaan. Sebagai tugas kenabian untuk menyebarkan pesan-Nya tentang penyerahan diri kepada Tuhan yang Maha Esa.

Rasulullah saw pergi ke Ta’if untuk mengajak mereka masuk Islam, tetapi mendapat penolakan dan kemudian mempermalukan Rasulullah saw. Anak-anak diperintah orang tua mereka untuk melempari dengan batu dan mengusir Rasulullah saw dari kota.

Beliau tidak menanggapi dengan amarah dan pembalasan, sebaliknya beliau berdoa bagi mereka yang telah menghina dan menyakitinya. Rasulullah saw bangkit dari kebencian dan permusuhan, hati yang penuh harapan dan belas kasihan membuat kota Ta’if menjadi kota indah dengan penduduknya memeluk agama Islam.

Seperti peristiwa setelah Perang Uhud, Rasulullah saw diriwayatkan mengalami luka parah. Namun, beliau tidak merasa dendam terhadap musuh-musuhnya. Sebaliknya, Rasulullah mendoakan agar mereka diampuni.

Peristiwa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (kumpulan riwayat yang sahih). Riwayat berikut menunjukkan tanggapan Nabi dengan memanjatkan doa:

رَبِّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لا يَعْلَمُونَ

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore