
Ilustrasi debat yang dilarang agama Islam.
Artinya, Mereka berkata, Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)? Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu, kecuali dengan maksud membantah saja. Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (QS Az Zukhruf:58)
Merespons dari ayat itu Ibnu Hazn menyebut bahwa model debat jenis tersebut adalah debat yang negatif karena sudah jelas bukti ada di tengah-tengah mereka tapi mereka menyangkal kebenaran. Debat model ini juga disinggung Rasulullah SAW dalam hadis:
ا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوتُوا الجَدَلَ، ثُمَّ تَلاَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الآيَةَ: {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلاَّ جَدَلاً بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ}
Artinya: Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mendapat petunjuk yang ada pada mereka melainkan karena mereka suka berbantah-bantahan. Kemudian Nabi membaca ayat ini: Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar (Az Zukhruuf: 58). (HR At-Tirmidzi)
Dampak Negatif Debat Berkepanjangan
Akibat debat berkepanjangan dapat tersulutnya emosi dari satu pihak atau kedua belah pihak. Sikap marah yang dihasilkan satu pihak dibalas dengan sikap yang sama pihak lain.
Emosi yang tidak terkendali dapat menyebabkan hilangnya akal masing-masing, keadaan semakin parah ketika masing-masing pihak sudah mengeluarkan otot dari pada akal. Sehingga, terjadi adu kekuatan fisik dan buka adu mulut.
Pihak-pihak yang menang secara retorika bisa jadi pada akhirnya mengalami kekalahan secara fisik. Hal ini bisa menyulut solidaritas sehingga melebar kepada sebuah permusuhan kedua kelompok.
Kedua belah pihak bisa sewaktu waktu membakar emosi yang menyebabkan kebencian tak bisa dipadamkan pada akhirnya akan menjadi bara dendam kesumat dan berpotensi melanggengkan permusuhan.
Cara Menghindari Debat yang Negatif
Sayyid Abdullah bin Alawi Al Haddad menekankan agar kita memiliki sportivitas dalam berdebat, yakni bersikap jujur terhadap suatu kebenaran pihak lain.
Apabila kita meyakini bahwa pendapat kita benar dan pihak lawan pendapatnya salah karena kejahilanya maka sebaiknya kita segera meninggalkan orang tersebut karena tidak sepatutnya kebenaran dikaburkan oleh kejahilan dan apalagi dikalahkan oleh kebatilan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
