
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.
JawaPos.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno bereaksi keras atas kabar pengeroyokan yang menimpa Ratna Sarumpaet. Belakangan, pihak kepolisian memberikan keterangan bahwa lebamnya wajah aktivis HAM itu bukan disebabkan penganiayaan.
Namun, wajah ibu aktris cantik Atiqah Hasiholan itu menjadi lebam akibat operasi plastik di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika. Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyayangkan sikap Prabowo cs, yang membela Ratna dan menduga ada motif politik di balik aksi pengeroyokan.
Menurut Antoni, seharusnya Prabowo dan timnya mencari klarifikasi dan data-data terlebih dahulu sebelum menyimpulkan Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan. "Tidak ada keinginan untuk tabayun. Langsung digoreng. Idza jaakum fasiqun bi nabain fa fatabayyanu. Tabayun (itu) perintah Quran. (Tapi) dilupakan," kata Antoni dihubungi, Rabu (3/10).
Antoni menambahkan, seharusnya pikiran bangsa fokus pada korban bencana yang beberapa hari ini melanda tanah air. Bukan pada cerita pengeroyokan Ratna Sarumpaet, yang belakangan diketahui ternyata hasil operasi plastik.
"Baru saja dengarkan pernyataan polisi mengenai Ratna Sarumpaet. Ternyata kita punya capres oplas selain sebelumnya disebut capres kardus. Cawapres dan timnya sama saja. Menghilangkan akal sehat demi nafsu politik," pungkasnya.
Adapun kabar pengroyokan Ratna Sarumpaet di sekitaran Bandara Husain Sastranegara adalah tidak benar. Pihak kepolisian sudah memberikan keterangan resmi, bahwa muka lebam Ratna Sarumpaet bukan karena dikeroyok, melainkan operasi plastik.
Kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami Ratna Sarumpaet. Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin.
Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:
Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.
Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika. Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.
Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, dengan rincian sebesar Rp 25 juta pada 20 September 2018, senilai Rp 25 juta pada 21 September 2018, senilai dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.
Dari hasil penyelidikan RS Bina Estetika diketahui bahwa benar Ratna dirawat pada 21-24 September 2018 dalam rangka operasi pelastik. Dia masuk pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taxi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
