Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 07.14 WIB

Karakter Pemimpin Ideal Menurut Ajaran Islam: Berkemampuan, Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak

Ilustrasi pemimpin. - Image

Ilustrasi pemimpin.

JawaPos.com–Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Pengamat masalah sosial-kemasyarakatan M. Anwar Djaelani membagikan beberapa sudut pandang mengenai kriteria pemimpin.

Dikutip dari PWMU.CO, Anwar mengatakan tidak ada kajian ilmiah yang mengaitkan kriteria pemimpin yang baik dengan ciri fisik tertentu. Menurut dia, posisi pemimpin sangat menentukan. Dengan kekuasaannya, pemimpin bisa memerah-birukan masyarakat.

”Maka, jika salah memilih pemimpin kita akan celaka. Untuk itu, terutama bagi umat Islam, ikutilah petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam memilih pemimpin,” ujar Anwar Djaelani.

”Posisi pemimpin itu sangat strategis, sebagaimana maksud dari hadits riwayat Hakim, yakni pemimpin itu sangat menentukan warna dan akhlak masyarakat,” terang Anwar Djaelani.

”Maka, mengingat peran strategisnya, Islam meminta kita agar mencermati masalah pemimpin itu bahkan sampai ke komunitas yang kecil,” imbuh dia.

Kriteria Pemimpin yang Boleh Dipilih

Penulis buku Ulama Kritis Berjejak Manis itu menjelaskan, pemimpin yang boleh dipilih dalam Islam, setidaknya beriman, bertakwa, dan berakhlak. Terutama dalam hal menegakkan salat dan menunaikan zakat.

Hal itu, menurut dia, selaras dengan surat Al-Maidah ayat 55 yang berbunyi, sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

”Di samping itu, pemimpin yang layak dipilih itu memiliki kualifikasi terbaik dan termampu. Seperti sifat Nabi Muhammad SAW yakni shiddiq (jujur), amanah (tepercaya), fathanah (cerdas), dan tabligh (menyampaikan kebenaran kepada siapa saja),’’ papar Anwar Djaelani.

Kriteria Pemimpin yang Tidak Boleh Dipilih

Sementara itu, dia mengatakan, kriteria orang-orang yang tidak boleh dipilih sebagai pemimpin, salah satunya ialah seseorang yang mempermainkan agama. Anwar menyebutkan surat Al-Maidah ayat 57 yang berbunyi, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

”Oleh sebab itu, supaya umat selamat, kita harus berusaha melaksanakannya. Sambil berusaha, diiringi dengan doa. Ya Allah, beri kami kebaikan di dunia dengan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan panduan-Mu,” ujar Anwar.

’’Yaa Allah, beri kami kebaikan di akhirat dengan Engkau pertemukan kami dengan Pemimpin Utama kami, Muhammad Saw. Yaa Allah, bebaskan kami dari siksa neraka, yang kelak bisa saja menjadi tempat hunian kami jika salah memilih pemimpin,” tambah dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore