Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 02.21 WIB

Terlanjur Salat Wajib Padahal Masih dalam Keadaan Junub, Harus Bagaimana?

Terlanjur salat padahal masih dalam kondisi junub, ini yang harus dilakukan.



JawaPos.Com - Sebelum membahas apakah boleh melakukan salat sebelum mandi junub, pahami terlebih dahulu konsep mandi junub di dalam agama Islam.

Mandi junub adalah tindakan membersihkan diri secara menyeluruh setelah melakukan hubungan suami istri atau ejakulasi.

Tak hanya itu saja, mandi junub juga diwajibkan bagi pria dan wanita yang mengalami kondisi berikut ini, keluarganya mani dari alat kelamin laki-laki atau perempuan, baik karena mimpi basah, mempermainkannya, atau pun gairah yang ditimbulkan penglihatan atau pikiran.

Selain itu, pasca melakukan berhubungan seksual dengan suami atau istri, meskipun tidak mengeluarkan mani dan perempuan diharuskan mandi wajib setelah berhenti darah haid atau darah nifas.

Dilansir dari Nu Online, Minggu (29/10), mandi junub adalah praktik kebersihan spiritual penting yang diajarkan di dalam agama Islam.

Lantas bagaimana hukum bagi seseorang yang melakukan salat sebelum menjalankan mandi wajib?

Dalam kondisi lupa, dianjurkan untuk kembali mengulang salat pasca melakukan mandi junub.

Baca Juga: Haruskah Mandi Junub usai Berhubungan Suami Istri? Simak Penjelasannya!

Namun, anggota Akademi Riset Islam Mesir, Syekh Khalid Al-Jundi, mengingatkan dilarang menunda mandi junub selama satu atau dua hari.

Hal ini dikarenakan, orang yang berada dalam keadaan junub tidak bisa melakukan salat kecuali sudah mandi junub.

"Tidak mandi selama waktu tertentu tidak masalah, tetapi jika sampai menyia-nyiakan salat adalah dosa besar," katanya. Allah SWT berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

"Peliharalah semua sholat dan sholat wustha. Dan laksanakanlah (sholat) karena Allah dengan khusyuk." (QS Al Baqarah ayat 238)

Dari ayat tersebut, para ulama sepakat bahwa yang dimaksud salat wustha tersebut adalah sholat Ashar.

Alasan mengapa salat Ashar disebut sholat tengah bukan karena menjadi perantara antara sholat Subuh, Zuhur, Maghrib, dan Isya, melainkan karena kata 'wustha' berarti terbaik dan tertinggi. Allah ﷻ berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang terbaik dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.” (QS Al Baqarah 143).

*** 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore