Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Februari 2019 | 14.38 WIB

Tembus Dua Desa Terisolir di Gowa, Gempari Bawa Bantuan Ini

Tim Gempari saat melakukan serah terima bantuan kepada tetua desa. - Image

Tim Gempari saat melakukan serah terima bantuan kepada tetua desa.

JawaPos.com - Bukan perkara mudah untuk bisa sampai di Desa Buakkang dan Rannaloe di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua daerah ini menjadi wilayah yang paling parah dan terisolir karena bencana banjir dan longsor. Kendaraan roda empat belum bisa masuk.

Beberapa ruas jalan rusak parah, akses utamanya hancur, berlubang dan licin, tertutup tanah merah. Bebatuan imbas longsor juga masih banyak teronggok di sisi ruas jalan. 

Ditambah, kondisi track tanjakan yang licin dan makin menyulitkan pengendara untuk bisa melewatinya. Alat berat untuk membersihkan lumpur dan batu menuju desa itu juga tak mampu berbuat banyak. Semuanya masih terparkir di sisi jalanan perbatasan Desa Buakkang. 

Kepedihan warga di dua desa itu makin terasa ketika listrik belum pulih dan sulitnya jaringan telepon genggam. "Kalau jaringan telepon emang dari dulu, dua desa ini susah signal," kata Ridwan, penduduk setempat.

Namun, meski medan yang dilalui terasa sulit, tak menyurutkan niat Tim dari DPP Gerakan Masyarakat Peduli Anak dan Remaja Indonesia (Gempari) untuk menyalurkan sejumlah bantuan dari para donatur ke wilayah yang terkena dampak longsor dan banjir di Sulsel tersebut.

Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Gempari Patrika S Andi Paturusi, didampingi Sekjen Gempari Swastiningsih, tim kesehatan dr. Fairuz Aziz P, dr Anthy Paturusi, Ketua Umum Sahabat Polisi Fonda Tangguh, dan Caleg Partai Nasdem Andi Imario.

Rombongan tim Gempari berhasil melewati medan berbahaya. Satu unit kendaraan roda empat yang memuat logistik bantuan, terpaksa diganti lantaran bermasalah dengan mesinnya panas hingga mengeluarkan kepulan asap, karena tak kuat nanjak.

Gempari menyalurkan bantuan berupa ratusan selimut, mainan anak-anak, pampers, sarung dan mukena. Secara simbolis, bantuan diserahkan ke kepala dusun dan perwakilan tokoh masyarakat di Dusun Surokalling Desa Bontomanai, Dusun Kampung Beru, Desa Buakkang, dan Desa Rannaloe.

Untuk sampai di dua desa itu, rombongan mesti menggunakan kendaraan roda dua. Akses jalan yang tertimbun tanah merah, tak bisa dilalui kendaraan roda empat. 

Tampak antusiasme masyarakat menyambut rombongan Gempari. Anggie, sapaan akrab Patrika S Andi Paturusi mendoakan agar warga yang terkena dampak bisa melewati ujian. 

"Mudah-mudahan ini yang terakhir, dan kami mendoakan, semoga tidak ada lagi banjir dan longsor diwilayah ini," tutur Anggie yang juga Caleg DPD DKI Jakarta.

Untuk diketahui, Hujan deras sehari semalam yang disertai angin kencang membuat Kota Makassar dan 6 kabupaten di Sulawesi Selatan diterjang banjir. Sebuah jembatan dan sejumlah rumah warga terseret arus deras dari aliran Sungai Jeneberang, Selasa (22/1).

Diketahui, sebagian wilayah di Kota Makassar terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi. Ratusan rumah penduduk terendam banjir, bahkan warga sebagian mulai mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak terendam banjir.

Banjir terparah di Kota Makassar berada di Kelurahan Paccerakkang dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Demikian pula beberapa wilayah di enam Kabupaten di Sulsel yakni, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep dan Barru.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore