Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2015 | 21.54 WIB

Selain Karya Seniman Bali, Ini 10 Daftar Budaya yang Pernah Diklaim Malaysia

PROTES: Dewa Bagus Komang Budiana, pewaris karya sastra Geguritan Sang Cangak asal Jembrana Bali. - Image

PROTES: Dewa Bagus Komang Budiana, pewaris karya sastra Geguritan Sang Cangak asal Jembrana Bali.

JawaPos.com - Malaysia kini kembali menjadi perbincangan karena ulahnya. Pemicunya adalah karya anak Bangsa yang dijiplak oleh negeri Jiran.



Adalah film kartun Malaysia yang menyadur karya sastra Geguritan Sang Cangak dibuat sekitar tahun 1970.



Sastra Sang Cangak karya I Gusti Putu Windya disadur menjadi film kartun Malaysia; Film Kartun Zaman Dahulu, Kisah Sang Bangau. [Lihat: Film Kartun Malaysia Saduran Karya Seniman Bali, Ini Faktanya]



Film yang ditayangkan di salah satu TV swasta nasional dengan menggunakan Bahasa Melayu tersebut mengambarkan tokoh Bangau (Cangak) dan tokoh Kepiting (Yuyu).





Dari awal hingga akhir ceritanya sama persis dengan Geguritan Sang Cangak. Tapi pembuat kartun Bangau versus Kepiting dari Malaysia tidak pernah izin kepada ahli waris pencipta karya seni tersebut. [Lihat: Film Kartun Malaysia Sadur Tanpa Izin Karya Seniman Bali, Ahli Waris Protes]



"Yang jelas, saya sebagai ahli waris sangat keberatan jika karya orang tua saya disadur tanpa meminta izin kepada kami. Secara etika, pihak mana pun yang mau menggunakan karya ini untuk kepentingan komersial, perlu meminta izin kepada pemilik karya,” ujar ahli waris pencipta sastra Sang Cangak, Dewa Bagus Komang Budiana, Rabu (26/8).



Perilaku Malaysia yang menjiplak karya warga negara Indonesia bukan kali ini saja. Tentu kita diingatkan pula dengan budaya milik Indonesia yang pernah diklaim Malaysia.



Berikut 10 kebudayaan yang pernah diklaim Malaysia:



1. Batik



Kepemilikan batik sebagai warisan budaya tak berbenda menggelinding setelah Malaysia mengklaim sebagai warisan nenek moyangnya. Untuk mengakhiri polemik, Pemerintah Indonesia akhirnya mendaftarkan batik ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan.





BERTAHAN - Aktivitas batik tulis warga Desa Dukuh Salam, Tegal, Jawa Tengah. HERMAS PURWADI/RADAR TEGAL/JawaPos.com



3 September 2008 sebagai titik awal proses Nominasi Batik Indonesia ke UNESCO. Namun baru diterima secara resmi oleh UNESCO pada 9 Januari 2009. UNESCO kemudian melakukan pengujian tertutup di Parsi 11-14 Mei 2009. Hasilnya, 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Malaysia tak berhak lagi mengkalaimnya.



2. Lagu Rasa Sayange



Polemik klaim lagu "Rasa Sayange" cepat berakhir. Pemerintah Malaysia sendiri yang mengakhirinya. 11 November 2007,  Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia.



3. Reog Ponorogo

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore