
Mentan Arman Sulaiman
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menjawab pandangan Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, yang mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa penggunaan anggaran Kementerian Pertanian.
Menurutnya, ada potensi kerugian negara menyusul perbedaan angka perkiraan produksi beras tahun 2018, setelah Badan Pusat Satistik (BPS) merilis data baru menggunakan pendekatan Kerangka Sampel Area (KSA).
Dalam proses audit menurut Uchok, lembaga antirasuah dapat memeriksa Menteri Pertanian Amran Sulaiman beserta jajarannya. Selisih hasil kalkulasi (perkiraan produksi beras 2018-red) BPS yang sangat berbeda dengan yang disuguhkan Kementan, bagi Uchok menyoal juga penggunaan anggaran.
"KPK sudah bisa memanggil Menteri Pertanian dan Direktur Jenderal Kementan. Sedang BPK melakukan audit seluruh proyek dalam program ketahanan pangannya," ujar Uchok.
Kementan Tidak Olah Data, Fokus Produksi dan Kesejahteraan Petani
Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro menjelaskan kembali mengenai polemik data produksi beras. Berdasarkan data terbaru BPS dengan metode KSA, produksi gabah kering giling (GKG) pada 2018 sebesar 56,54 juta ton atau setara 32,42 juta ton beras. Sementara proyeksi yang pernah disampaikan Kementan 83,3 juta ton GKG, atau setara 48 juta ton beras.
Terkait hal ini, Syukur Iwantoro menegaskan BPS merupakan satu-satunya lembaga yang diakui undang-undang sebagai referensi acuan data nasional.
"Kami mendukung perubahan metode penghitungan mengenai beras nasional yang dilakukan BPS. Pada intinya, beras kita masih surplus," kata Syukur dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Minggu (13/1)
Soal mengapa terjadi perbedaan data, ia menambahkan Kementan tak pernah mengeluarkan data apa pun terkait hasil pangan.
"Data itu selalu mengacu pada perhitungan BPS. Fokus Kementan hanya menanam untuk mencapai kesejahteraan pangan," tambah Syukur.
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Prof. Luthfi Fatah menyampaikan pandangan serupa. Ia mengingatkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah mengatakan bahwa data pangan Indonesia keliru sejak 20 tahun yang lalu.
“Tudingan kesalahan mengenai data pangan yang dialamatkan pada Kementan era Pemerintahan Jokowi tidak beralasan dan kurang berdasar. Karena Kementan di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman baru berjalan sejak 2014 lalu”, ujar Luthfi.
Ia mengimbau agar semua pihak memahami tugas fungsi masing-masing lembaga dan kementerian, sebelum melontarkan pendapat. Tugas pokok fungsi Kementan memproduksi pangan dan harus fokus memenuhi produksi. Kementan tambahnya, tidak punya tanggung jawab secara yuridis dan de facto untuk menyusun data pertanian.
Dua Tahun BPK Nyatakan Penggunaan Anggaran Kementan Bersih
Untuk menepis keraguan mengenai penggunaan anggaran, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan ia selalu melakukan komunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Agar penggunaan anggaran yang difokuskan untuk sarana dan prasarana pertanian, terjaga akuntabilitasnya.
“Kementan dan KPK sudah bekerja sama untuk mengawasi kinerja pertanian sejak tahun 2015. Kami ingin semua terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme”, ujar Amran pasti.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
