Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Januari 2017 | 01.16 WIB

KSPI: Gaji Sopir Asal Tiongkok Jauh Lebih Besar dari Pekerja Lokal

Presiden KSPI Said Iqbal (tengah). - Image

Presiden KSPI Said Iqbal (tengah).

JawaPos.com - Gaji yang diterima pekerja ilegal asal Tiongkok rupanya sangat menggiurkan. Malahan jauh lebih tinggi dibanding pekerja lokal. Hal tersebut diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.


Pihaknya menemukan adanya para pekerja ilegal asal Tiongkok di kawasan Pulo Gadung. Menurut Said, para pekerja itu digaji lebih mahal ketimbang buruh lokal. Seperti, seorang sopir bisa mendapatkan penghasilan Rp 10 juta.


Sebaliknya, pekerja lokal hanya mendapatkan gaji berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 3.100.000. "Bayangkan saja supir saja gajinya Rp 10 juta. Ini logika macam apa yang dipakai," ujar Said di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Kamis (5/1).


Oleh sebab itu, Said berharap Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri  melakukan sidak di kawasan Pulo Gadung. Hal itu untuk membuktikan adanya tenaga kerja asal Tiongkok ilegal yang dibayar mahal. "Saya berharap Menaker ke Pulo Gadung lakukan sidak," katanya.


Said menyebut adanya para pekerja asing asal Tiongkok itu akan mengancam nasib buruh di Indonesia. Karena mereka perlahan-lahan akan disingkirkan. "Ini ancaman buat buruh Indonesia," pungkasnya. (cr2/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore