Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Mei 2017, 04.12 WIB

Fenomena Say With Flower, Ini Kata DPR

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Fenomena karangan bunga yang dikirim masyarakat ke pejabat negara bahkan penegak hukum dianggap bentuk keanekaragaman penyampaian aspirasi. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, hal itu harus dihargai dan dihormati semua pihak.

Namun, fenomena yang bisa disebut 'say with flowers' atau katakan dengan bunga itu diharapkan muncul secara murni dan bersifat untuk mendamaikan. "Tapi jangan sampai ini menimbulkan overdosis. Kalau overdosis nanti masyarakat juga akan menjadi antiklimaks. Silakan saja yang natural, itu bagus-bagus saja," ujar Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/5).

Lantas bagaimana dengan karangan bunga yang dikirim ke pimpinan DPR dalam rangka menyindir disetujuinya hak angket terhadap KPK? "Ya artinya overdosis atau tidak, tinggal bagaimana  konteksnya, masyarakatnya kan bisa  lebih menilai," ucap Taufik.

Sementara politikus PAN itu mengatakan, karangan bunga yang dikirimkan kepada aparat keamanan bisa menjadi perhatian. Mereka katanya harus menangkap maksud atau aspirasi dari masyarakat yang umumnya mengucapkan terima kasih karena telah menjaga NKRI, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika.

Artinya masyarakat menginginkan adanya kedamaian. "Jadi tidak ada rakyat manapun di negara kita yang ingin sesuatunya rusuh maupun anarkis. Kita harapkan TNI dan aparat mampu menjaga itu dengan baik," pungkas Taufik. (dna/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore