
Ilustrasi: Lelang barang KPK
JawaPos.com - Pengusaha besi tua tampaknya "kecanduan" barang-barang milik koruptor. Dia sudah tujuh kali ikut lelang hasil barang rampasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hampir semuanya dia borong.
Penampilan HR. Moch Djupri (50) tampak biasa ketika berbincang dengan JawaPos.com. Dia hanya mengenakan kemeja putih dengan celana jeans dilengkapi tas selempang kecil saat mengikuti lelang di Gedung Penunjang, KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (24/11).
Bahkan kesan awal melihat, dia seperti ajudan yang menemani "boss". Namun siapa sangka, dari 54 objek barang yang dilelang, Djupri memboyong hampir semuanya. Mulai dari perhiasan, handphone, jam tangan mewah, hingga beberapa mobil seperti Lexus berharga Rp 1,29 miliar.
"Banyak, banyak. Rolex tiga saya ambil semua, cincin emas ada berlian, perhiasan, Jeep Wrangler yang 600 juta, Camry aku ambil, Lexus saya ambil," bebernya tak menyebutkan hingga tuntas.
Tak tanggung-tanggung, dia merogoh kocek hingga Rp 3 miliar guna memborong barang-barang bekas koruptor itu. "Hari ini hampir 3 miliar," sebutnya.
Pria kelahiran Surabaya 1967 itu mengaku sudah banyak barang-barang milik koruptor yang bertandang di rumahnya. Dia mengklaim menjadi kolektor barang-barang tersebut.
"Saya kolektor dari KPK saja. Barang-barang yang berbau pejabat," tegasnya seraya tertawa.
Image barang bekas koruptor, katanya, tak menjadi masalah. Malahan Djupri bangga memakai barang-barang tersebut. Terutama yang berupa kendaraan.
Bagaimana tidak, barang-barang tersebut pernah dimiliki atau dinaiki bekas pejabat. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Kesan aman milik pejabat pun melekat.
"Justru tambah bangga. Ini milik pejabat yang namanya ada, sedang dinaiki pengusaha besi tua," tutur dia.
Djupri bercerita, sebelum menjadi pengusaha yang mengoleksi barang-barang bekas koruptor, dirinya pernah mengenyam beragam profesi. Mulai dari makelar hingga tukang parkir.
Sebab, latar belakang keluarganya pun bukan lah pejabat atau konglomerat. Ayah ibunya seorang pedagang. Namun sayangnya, dia tidak mau menjelaskan secara rinci apa yang dijual.
Merasakan beragam profesi dan melihat ekonomi keluarga yang di batas garis hampir cukup, tiba-tiba Djupri berinisiatif untuk berusaha jual beli besi tua di usia 25 tahun.
"Keluarga pedagang. Saya mulai dari nol. Karena saya kreatif, Tuhan kasih kita amanah, kasih duit," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
