Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 September 2017 | 22.14 WIB

Soal Kematian Bayi Debora, Nih Reaksi Mensos

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa - Image

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

JawaPos.com - Orang tua dari bayi mungil Tiara Debora Simanjorang harus ‎menelan pil pahit. Putri kesayangannya harus meninggal dunia, yang diduga adanya pembiaran dari Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, Kalideres.


Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan kasus tersebut harus jadi pelajaran kepada semua rumah sakit, jangan hanya mengutamakan uang dalam melakukan pertolongan.


"Jadi ini harus menjadi bagian dari pembelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak," ujar Khofifah saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).


Lebih lanjut Khofifah menambahkan, beberapa waktu lalu dia juga sempat mengalami kejadian serupa seperti yang dialami oleh orang tua bayi Debora. Saat ingin mengobati sang sopir yang mengalami cidera di bagian kaki, Khofifah harus mengeluarkan uang muka untuk bisa mendapatkan perawa‎tan intensif dari rumah sakit. Oleh sebab itu dia mengeluhkan adanya rumah sakit seperti itu.


"Masih ada saja rumah sakit yang mempersyaratkan dengan sekian duit itu," katanya.


Oleh sebab itu dia berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ke depannya aktif melakukan pengecekan kepada rumah sakit, yang semata-mata hanya menginginkan uang ketimbang memberikan penyelamatan ke pasien. Sehingga kejadian seperti bayi Debora tidak terulang lagi.


"Memamg sudah harus menyisir kembali dan melihat ketaatan masing-masing rumah sakit dan layanan kesehatan," pungkasnya.


‎Sekadar informasi, Bayi Debora meninggal pekan lalu di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Mitra Keluarga. Meski dalam kondisi kritis, bayi Debora tak juga dirujuk ke ruang perawatan intensif khusus anak karena orang tuanya, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang tak punya uang cukup.


Untuk bisa dirawat di ruang khusus, orang tua bayi Debora harus menyediakan uang muka Rp19,8 juta. Sementara mereka hanya punya uang Rp 5 juta. BPJS Kesehatan yang dimiliki tak bisa dipakai lantaran RS swasta itu tak bekerja sama.


Proses mendapatkan rumah sakit pengganti yang bekerja sama dengan BPJS butuh waktu. Saat rumah sakit pengganti didapat, bayi Debora sudah tak tertolong.


RS Mitra Keluarga Kalideres melalui keterangan tertulis menyatakan, orang tua keberatan dengan biaya Rp19,8 juta. Rumah sakit juga sudah berupaya membantu mencari rumah sakit yang punya fasilitas untuk peserta BPJS. Pengelola juga menyatakan sudah memberikan penanganan semestinya pada bayi Debora selama di IGD‎.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore