Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2018 | 07.39 WIB

Video Porno Produk Lokal Marak, Ini Dampak Fatalnya

Ilustrasi video porno. (Istimewa) - Image

Ilustrasi video porno. (Istimewa)

JawaPos.com - Dunia maya Indonesia beberapa bulan terkahir ini kerap dihebohkan dengan munculnya video-video porno atau dikenal dengan istilah bokep. 


Diawali dari viralnya video threesome dua anak kecil dengan seorang wanita dewasa hingga tayangan ranjang yang diduga diperankan oleh penyanyi pendatang baru Marion Jola alias Lala. 


Selama kurang dari satu bulan dua video porno itu dengan cepat viral di Media Sosial (medsos). Bahkan tersebar cepat melalui grup-grup Whats Apps (WA).


Fakta tersebut memancing reaksi banyak pihak termasuk Pakar Neuropsikologi Universitas Al Azhar Jakarta, Ikhsan Gumilar. Menurutnya, kasus-kasus tersebut telah menjadi masalah sosial yang sangat kronis.


"Menurut saya ini masalah sosial yang tingakatannya terus meningkat," ucap Ikhsan kepada JawaPos.com, Rabu (17/1).


Ikhsan menjabarkan, perkembangan teknologi yang sangat pesat juga menjadi penyebab maraknya video porno tersebar di medsos. Termasuk kemudahan dalam mengakses internet sering disalah gunakan oleh oknum nakal guna menyebar konten-konten negatif.


“Saya melihat kasus-kasus pornografi ini dipicu oleh kehadiran teknologi,” ungkap Ikhsan.


Menurut Ikhsan, banyaknya video porno tersebar di dunia maya bisa berdampak buruk terhadap anak-anak. Karena, jika seorang anak melihat tayangan seperti itu, memori tersebut akan terserap oleh otaknya, sehingga tidak menutup kemungkinan anak itu akan menirukan adegan yang sama seperti di dalam tayangan.


Bahkan, untuk orang dewasa pun memiliki dampak buruk. Karena adanya video asusila yang melibatkan anak di bawah umur dapat menstimulasi seseorang untuk melakukan orientasi seks dengan anak kecil yang jelas-jelas hal itu dilarang.


"Kayak domino efek lah, satu dibuka dan menyebar mulai dari video, efeknya luar biasa," imbuh Ikhsan.


Oleh karena itu, Ikhsan berharap ada langkah kongkrit dari pemerintah guna mencegah konten-konten negatif seperti ini terus merajalela. 


Pasalnya, jika tidak segera dibersihkan maka tidak menutup kemungkinan masyarakat yang melakukan seks bebas akan terus meningkat.


"Jika ini terus berkelanjatuan maka tidak menutup kemungkinan orang-orang yang melakukan tindakan pornografi baik yang direkam atau tidak akan terus bertambah," pungkas Ikhsan.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore