
Menteri Pemuda Olarhraga (Menpora) Imam Nahrawi disebut masuk daftar pihak-pihak yang menerima jatah fee dana hibah KONI.
JawaPos.com - Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Suradi menyebut jika Sekjen KONI meminta dirinya untuk membuat daftar yang berisi penerima 'mahar'. Di antaranya sejumlah pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), termasuk Menpora Imam Nahrawi.
Berdasar catatan Suradi, jatah untuk Imam sebesar Rp 1,5 miliar. Paling besar dari yang lain.
"Itu inisial M Rp1,5 miliar dalam pemahaman saya menteri, karena didiktekan ke saya hanya inisialnya saja," kata Suradi saat bersaksi untuk terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (21/3).
Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantas mengkonfirmasi soal aliran uang pembuatan alternatif pembiayaan kegiatan pada KONI. Jumlahnya sekitar Rp 17,9 miliar.
"Pada waktu itu Fuad Hamidy meminta menyusun beberapa alternatif kegiatan agar biaya sebesar-besarnya dikeluarkan KONI Rp 8 miliar dari total Rp 17,9 miliar. Alasannya Fuad Hamidy punya kebutuhan untuk memberikan uang ke Kemenpora seperti Menpora, Ulum, Mulyana dan beberapa pejabat lain', apakah benar?," tanya jaksa KPK Titto Jaelani.
"Betul, waktu Pak Sekjen mengatakan 'Uangnya tidak cukup, tolong dibuat Rp 5 miliar karena ternyata kebutuhannya seperti ini ada Rp 3 miliar sekian seperti di daftar', lalu ditambah Rp 5,5 miliar jadi sekitar Rp 8 miliar," jawab Suradi.
Jaksa kemudian menunjukkan sejumlah daftar inisial penerima dan uang yang ditujukan oleh Sekjen KONI kepada para penerima tersebut. "Ini di tempat pertama ada M Rp 1,5 miliar, asumsi saya ini untuk menteri," ungkap Suradi.
Namun, Suradi mengaku tidak tahu apakah uang itu sudah diterima oleh Menpora Imam Nahrowi atau belum. Kolom selanjutnya ada inisial Ul dan angka Rp500 juta.
"Kalau melihat di sana kemungkinan Ulum, Ulum itu jadi stafnya Pak Menteri Menpora," tambah Suradi.
Dalam dakwaan, Ulum merupakan asisten pribadi Menpora Imam Nahrowi, disebut mengatur commitment fee dari KONI yang disepakati untuk Kemenpora sebesar 15-19 persen, dari total nilai bantuan dana hibah.
Kolom di bawahnya adalah Mly dan Rp 400 juta. "Mly itu Mulyana, deputi menteri, yang diberikan Rp 400 juta tapi apakah sudah diberikan atau belum saya tidak tahu," ungkap Suradi.
"Penyidik tanya M itu apa?" tanya jaksa. "Pemahaman saya M itu menteri, Ulum itu Ulum, dan seterusnya," ucap Suradi.
Suradi juga mengaku menyaksikan langsung pemberian uang kepada Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora, Eko Triyanta senilai Rp 215 juta.
Adapun hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan penerimaan uang Rp 1,5 miliar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
