
USIA INKUBASI PANJANG: Foto kiri, Adrian Budi menunjukkan dua chameleon yang dikembangbiakkannya. (Adrian Budi for Jawa Pos)
Chameleon (kameleon) merupakan salah satu famili kadal yang dikenal mampu mengubah warna. Namun, bukan seperti kadal lokal yang hanya menyesuaikan diri dengan tempat berpijak. Kameleon justru menawarkan eksotisme perpaduan warna. Membuat siapa pun kesengsem dan ingin meminangnya.
---
SECARA fisik, kameleon sangat mudah dibedakan dengan jenis kadal lain. Hewan itu tidak mampu bergerak cepat. Perawakannya tenang dan kalem. Saat ada predator, spesies tersebut lebih memilih untuk berdiam diri sebagai strategi mengelabui musuh.
Jangan membayangkan kameleon seperti bunglon pada umumnya. Yang mengubah warna sesuai dengan tempatnya menempel. Kameleon justru mengubah warna sesuai dengan suasana hatinya.
’’Reptil ini moody banget. Jadi, ia akan berubah kalau sedang marah, stres, berkelahi, atau mau kawin untuk menarik pasangan,” ujar breeder kameleon asal Ponorogo Adrian Budi Purnomo.
Warna tersebut menjadi komunikasi antarkameleon juga. Saat sedang marah atau masuk waktu kawin, warnanya akan semakin cerah dan menyala. Pada kameleon betina, warna yang gelap menandakan bahwa ia tidak ingin dikawini si jantan.
’’Terkadang untuk melihat warna aslinya, saya tes dengan mendekatkan dua jantan pada satu pohon, tapi beda batang. Kalau kondisi marah, warna merah kameleon terlihat sangat cerah dan merah banget,” ungkap Adrian.
Keunikan lain hewan itu ada pada indra penglihatan. Dua matanya mampu berputar 360 derajat, memungkinkan untuk melihat penuh lingkungan sekitarnya. ’’Kemudian sisi kiri dan kanan itu bisa bergerak sendiri-sendiri, tidak sinkron satu sama lain,” ujar pria yang beternak kameleon sejak tiga tahun lalu itu.
Saat ini ada dua jenis kameleon yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Pertama, veiled chameleon. Pemilik nama latin Chamaeleo calyptratus itu paling menonjol dari bentuk kepala yang seperti memiliki tudung. Veiled berasal dari Yaman. Jenis itu memiliki warna dominan hijau. Kemudian, ada perpaduan kuning, putih, atau merah. Veiled chameleon bisa tumbuh hingga memiliki panjang 40 sentimeter.
Jenis kedua adalah panther chameleon. Dibanding dengan veiled, pemilik nama latin Furcifer pardalis tersebut lebih kaya warna. Perpaduan oranye, merah, kuning, biru, hingga tosca. Kemudian, tidak ada tudung di kepalanya.
’’Asalnya dari Madagaskar, bisa tumbuh dengan panjang 35 sentimeter,” terang Adrian.
Selain dua jenis itu, sebenarnya masih banyak yang lainnya. Ada hampir 120 jenis. Belum lagi lokalitasnya. Untuk panther saja misalnya, di Madagaskar ada lebih dari 20 jenis. Tiap wilayah memiliki ciri khas warna masing-masing.
Dua jenis itu dianggap yang paling mampu beradaptasi dengan kondisi iklim di Indonesia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
