
Jonathan Reynolds. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Kebiasaan bersepeda dimulai Jonathan Reynolds sejak kecil. Bahkan, dia tidak ingat persisnya mulai hobi gowes. Ketika menjadi general manager (GM) di hotel di berbagai negara, dia tetap gemar bersepeda.
---
Tepat pukul 06.00 setiap hari kerja, Reynolds sudah siap dengan sepedanya. Rutinitas paginya dimulai dengan bersepeda ke kantor. Dari rumahnya di kawasan CitraLand, Reynolds berangkat menuju Shangri-La Hotel Surabaya tempatnya bekerja. Rute perumahan yang masih sepi pada pagi hari menjadi obat penenang tersendiri. ”Saya juga melewati perumahan Graha Famili. Saya suka sekali pepohonan yang rimbun di sana,” ungkapnya.
Tak jarang, Reynolds bertemu dengan pesepeda lain. Bedanya, kebanyakan di antara mereka hanya berolahraga dan kembali ke rumah. Lantas berangkat ke kantor naik kendaraan bermotor. ”Bertemu pesepeda lain juga menarik bagi saya. Kadang mereka sendiri, kadang bersama komunitas,” ucapnya.
Tidak butuh waktu lebih dari 30 menit, Reynolds sudah sampai di kantor. Biasanya, dia cuma butuh waktu 15 menit untuk berganti pakaian, rehat sejenak, dan mengecek beberapa pesan elektronik di akunnya. ”Just to cool down. A perfect way to start the day,” tuturnya.
Kebiasaannya bersepeda ke kantor sebenarnya dijalani sejak bekerja di luar negeri. Bersepeda dilakukan Reynolds sejak kecil. ”Ayahku juga pesepeda. Jadi, aku menirunya,” ujarnya.
Setelah mencoba suasana bersepeda di beberapa negara, Reynolds merasakan keistimewaan Indonesia. Bersepeda di sini adalah acara sosial. Dia sesekali ikut rombongan pegawainya pada akhir pekan. ”Mereka rutin berkumpul, bersepeda bersama. Sometimes I feel I hold them back,” katanya, lantas terkekeh.
Sisi sosial dalam bersepeda bukan cuma kebersamaan di jalanan. Alumnus Gloucestershire University itu ”diseret” rekan kerja dan kawan komunitasnya untuk berhenti sejenak dan icip-icip kuliner Surabaya. Bersama rombongan, Reynolds juga menjajal banyak rute baru. Salah satu rute favoritnya adalah arah Gresik. ”Suasananya begitu berbeda dengan kota metropolitan,” lanjutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
