
Presiden ePARA Daiki Kato (tengah, baris belakang), Shunya Hatakeyama (kiri, baris depan), dan peserta lainnya berpose dalam sebuah acara esports. (Kyodo)
JawaPos.com - Esports membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas di Jepang untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial sekaligus memasuki dunia kerja.
Seperti dilansir Kyodo, Selasa (18/8), semakin banyak organisasi di Jepang memanfaatkan kompetisi gim untuk membantu penyandang disabilitas menunjukkan kemampuan mereka dan terhubung dengan perusahaan.
Dalam sebuah turnamen yang digelar di Tokyo Big Sight pada Mei, Shunya Hatakeyama, 32, yang mengalami distrofi otot, menghadapi lawan tanpa disabilitas dalam gim pertarungan.
Hatakeyama menggunakan pengontrol yang dioperasikan dengan dagu serta sebuah sakelar yang dipegang dengan tangan.
Di dekatnya, Naoya Kitamura, 32, yang sepenuhnya tunanetra, mengendalikan karakternya sambil mengenakan headphone dan penutup mata. Ia mengandalkan perbedaan nada serta jenis suara dalam gim untuk bermain.
Turnamen tersebut digelar dengan melibatkan ePARA, perusahaan yang berbasis di Toda, Prefektur Saitama. Perusahaan itu menyelenggarakan kompetisi esports tanpa hambatan yang terbuka bagi peserta tanpa memandang disabilitas, usia, maupun jenis kelamin.
ePARA juga memanfaatkan esports dalam program dukungan pekerjaan. Perusahaan mengundang perwakilan perusahaan untuk menyaksikan peserta bertanding dengan harapan kemampuan yang mungkin tidak terlihat dalam proses rekrutmen biasa dapat diketahui.
"Saya ingin menggali bakat tersembunyi orang-orang dan menciptakan lingkungan tempat mereka bisa berkembang," kata Presiden ePARA Daiki Kato, 45.
Kato mendirikan ePARA pada 2016 setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Hosei. Ia sebelumnya bekerja sebagai pejabat pengadilan sebelum kemudian beralih ke sektor kesejahteraan.
Ia mengatakan keputusan mendirikan perusahaan tersebut muncul setelah bertemu seorang penyandang disabilitas yang mampu berbicara tiga bahasa, tetapi hanya diberi pekerjaan sederhana dengan gaji ¥80.000 per bulan atau sekitar Rp8,88 juta dengan kurs Rp111 per yen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
