
Juara II Speed Male Chresko Willie dalam kompetisi Pump It Up Dominion: Asia Pacific Tournament 2026 sedang memainkan game Pump It Up. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah pesatnya perkembangan game mobile dan hiburan digital, Pump It Up masih menjadi salah satu game arcade yang memiliki basis penggemar kuat di Indonesia.
Game ritme yang menggabungkan gerakan kaki, musik, dan koordinasi tubuh ini terus menarik pemain dari berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga komunitas yang telah menekuninya selama bertahun-tahun.
Berbeda dengan kebanyakan permainan digital yang dimainkan secara individual melalui gawai, Pump It Up menawarkan pengalaman bermain yang lebih aktif dan sosial. Pemain dituntut mengikuti arah panah yang muncul di layar sambil menginjak panel yang sesuai dengan irama musik.
Menurut Head of Brand TEEG Indonesia (Timezone), Eko Prasetyo, salah satu daya tarik utama Pump It Up terletak pada kombinasi unik antara gameplay dan musik yang membuat pengalaman bermain terasa berbeda dibandingkan game lainnya.
"Tapi saya pikir yang membedakan Pump It Up dibandingkan games lainnya, dia tuh kombinasi game-game, sama musik juga, dan ketika main itu kan musik-musiknya bener-bener enak. Jadi saya pikir kombinasi, kombinasi yang membedakan Pump it up dibandingkan games lainnya ,” kata Eko di Jakarta, dikutip Jumat (12/6).
Kombinasi tersebut membuat Pump It Up tidak hanya menjadi permainan yang menghibur, tetapi juga aktivitas yang menuntut konsentrasi tinggi. Pemain harus mampu menyelaraskan pandangan, gerakan kaki, dan tempo lagu secara bersamaan untuk memperoleh skor terbaik.
Selain gameplay yang unik, keberadaan komunitas menjadi faktor penting yang membuat Pump It Up tetap eksis hingga sekarang. Komunitas pemain secara rutin mengadakan latihan bersama, berbagi strategi, hingga mengikuti berbagai kompetisi.
Tingginya antusiasme komunitas juga diakui oleh pihak Timezone yang selama ini aktif mendukung perkembangan ekosistem Pump It Up di Indonesia.
"Yang jelas support kita yang sedemikian besar gitu ya, itu itu mungkin bisa jadi proxy ke situ kali ya, bisa membuktikan bahwa ini tuh merupakan games dengan antusias yang tinggi banget di Indonesia,” ungkap Eko.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022