Windah Basudara mempromosikan game Upin Ipin Universe saat livestream (Windah Basudara/YouTube)
JawaPos.com - Streamer populer Indonesia, Windah Basudara mengalami kerugian besar usai memainkan game Upin & Ipin Universe. Meskipun berhasil membuat game tersebut viral di Indonesia, Windah justru tidak mendapatkan keuntungan sepeser pun dan malah terkena klaim hak cipta.
Kejadian ini menjadi sorotan di media sosial dan memicu perdebatan mengenai perlindungan konten kreator di era Web2. Informasi ini pertama kali diramaikan oleh akun X (dulu Twitter) @SEAGamethetic, pada Kamis (24/7).
Windah Basudara, seorang streamer dan investor Solana yang memiliki lebih dari 17 juta subscriber di YouTube, membeli game Upin & Ipin Universe seharga sekitar Rp 650 ribu.
Windah yang berharap mendapatkan pengalaman bermain berkualitas, justru kecewa karena game dinilai memiliki bug, animasi buruk, dan gameplay yang tidak layak.
Windah mempromosikan game tersebut lewat live streaming yang viral di Indonesia. Namun, tidak ada kesepakatan sponsor, royalti, atau imbalan resmi dari pihak pengembang.
Ironisnya, Windah justru mengalami kerugian finansial sebesar 10 sampai 20 juta rupiah karena video tersebut terkena empat klaim hak cipta musik.
Lebih mengejutkan lagi, akun resmi game Upin & Ipin disebut menggunakan cuplikan dari siarannya tanpa izin, tanpa memberikan kredit maupun bayaran. Hal ini menuai kecaman dari warganet yang menilai konten kreator di era Web2 sangat rentan dieksploitasi.
Namun, setelah viral, unggahan tersebut langsung dihapus dari kanal Youtube Les’ Copaque.
Menanggapi polemik tersebut, studio Les' Copaque selaku pemilik waralaba merilis pernyataan resmi pada Jumat (25/7) melalui media sosial mereka.
Dalam pernyataan itu, pengembang mengakui adanya masalah pada peluncuran Upin & Ipin Universe dan menyampaikan bahwa tim sedang fokus memperbaiki kualitas game, termasuk isu harga dan demonetisasi terhadap streamer.
Mereka juga menyebut bahwa harga game mencerminkan kualitas dan nilai, serta menjanjikan tambahan konten ke depannya.
Terkait masalah hak cipta musik, pengembang sedang mengembangkan fitur "Streamer Mode" dan menyarankan agar musik dimatikan saat streaming untuk menghindari pelanggaran.
Les’ Copaque mengklaim telah merilis patch besar pertama akhir pekan lalu dan akan merilis pembaruan lanjutan pada akhir pekan ini, dengan fokus pada perbaikan gameplay, kamera dua pemain, sepeda motor, dan rendering untuk platform PS4 dan Nintendo Switch.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
