Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2024 | 16.43 WIB

Memelihara Arwana Super Red Peraih Grand Champion Milik 88 Red Gallery: Proses Grooming, Tanning, Pemberian Nutrisi, dan Kualitas Air Jadi Kunci

GACOAN: Maybach, arwana super red extra small, koleksi Reindy Suwandi dari 88 Red Gallery di showroom kawasan Gading Serpong, Tangerang. (MUHAMAD ALI/JAWA POS) - Image

GACOAN: Maybach, arwana super red extra small, koleksi Reindy Suwandi dari 88 Red Gallery di showroom kawasan Gading Serpong, Tangerang. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

Pesona arwana super red yang khas kerap menghipnotis para penggemarnya. Dianggap sebagai simbol kesuksesan, keperkasaan, dan kejayaan, tak ayal dalam sebuah kontes internasional ikan berjuluk Silok Merah itu mampu terjual hingga Rp 800 juta.

IKAN endemik perairan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ini memang punya citra elegan. Saat beranjak dewasa, tubuhnya akan berubah merah pekat. Dua sungut di ujung bibir bawah membuat arwana super red terlihat layaknya naga merah. Tak heran jika membuatnya menjadi primadona kontes ikan hias.

Pada All Indonesia Arowana Contest Nusatic 2024 pada Juni lalu, 88 Red Gallery memborong delapan gelar juara. Termasuk gelar grand champion (GC) yang disandang ikan arwana super red bernama Titan. Warna, bentuk tubuh, dan kelincahan ikan menjadi penilaian untuk mendapat penghargaan teratas. ’’Butuh satu tahun (perawatan, Red) untuk bisa menjadi grand champion,’’ ungkap owner 88 Red Gallery Reindy Suwandi kepada Jawa Pos di showroom kawasan Gading Serpong, Kamis (8/8).

Selain Titan, Reindy memiliki arwana super red jawara lainnya. Yakni, Athena yang sudah memborong empat kali gelar GC. Juga, Wagyu yang menyabet podium teratas dalam APPS feat RDI Arowana Contest di Pontianak pada Mei 2024 lalu. ’’Untuk Athena, sudah dibeli Pak Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono, anak kedua Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Red),’’ ujarnya.

Saat itu Athena masih menyandang tiga gelar GC. 88 Red Gallery juga melakukan perawatan untuk dipersiapkan turun dalam kontes All Indonesia Arowana Contest Nusatic 2023. ’’Beliau beli, kami rawat, dan turun di kompetisi tahun 2023. Di sana juara untuk kali keempat,’’ imbuh Reindy.

Menurut dia, kemulusan fisik merupakan syarat utama untuk menjadi GC. Sebisa mungkin tidak ada cacat, goresan, maupun sirip yang robek. Kalaupun terdapat minus, sebisa mungkin hanya bersifat minor. Selain itu, memilah ikan dengan genetik warna kulit merah yang kuat sejak dini.

GACOAN: Maybach, arwana super red extra small, koleksi Reindy Suwandi dari 88 Red Gallery di showroom kawasan Gading Serpong, Tangerang. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

Untuk persiapan kompetisi, Reindy melakukan grooming secara khusus. Yakni, menempatkan ikan dalam satu akuarium khusus. Di dalam akuarium tersedia empat buah lampu sinar UVA dan UVB untuk proses tanning. ’’Proses pewarnaan dengan pencahayaan. Jadi, kami kasih lampu biar ikan itu pigmentasinya jalan,’’ ungkapnya.

Lebih detail, Kepala Showroom 88 Red Gallery Suratman menjelaskan, pemasangan lampu UVA dan UVB menjadi pengganti sinar matahari. Proses grooming dilakukan pada ikan arwana dengan panjang minimal 35 cm. Dibutuhkan setidaknya 1,5 tahun proses grooming dan tanning untuk mengeluarkan warna merah pada ikan arwana untuk ukuran XL alias panjang ikan lebih dari 50 cm. Sebagaimana Wagyu dan Titan.

Berbeda halnya dengan ikan arwana ukuran XS atau kurang dari 50 cm seperti Maybach. Dalam kompetisi, warna bukan penilaian utama, melainkan kesempurnaan bentuk kepala, badan, ekor, dayung, dan sirip. Maybach tercatat sudah menyabet gelar Baby Champion kategori X-small ACI Cup XI Nusatic 2024. ’’Kalau bisa, dari kepala agak kecil, semakin ke belakang semakin lebar. (Juga) harus simetris,’’ jelasnya.

Dari sisi nutrisi, terdapat kombinasi pakan yang disiapkan. Saat ikan arwana berukuran 10 cm, diberi pakan cacing darah. Mulai berukuran 25 cm, ikan gabus menjadi bahan makanan anakan arwana. Tujuannya, memperkuat tulang sehingga membuat pertumbuhan ikan optimal. Kemudian, ada juga udang vannamei. Pemberian udang untuk meningkatkan corak warna karena udang mengandung beta-karotena.

ANDALAN: Arwana super red koleksi 88 Red Gallery bernama Wagyu yang menyandang gelar Grand Champion APPS feat RDI Arowana Contest di Pontianak pada 23 - 26 Mei 2024. (DOKUMENTASI RED GALLERY)

Arwana di 88 Red Gallery juga diberi pakan ulat jerman sebagai sumber lemak. Nutrisi tersebut yang nanti membuat lendir di sisik arwana semakin tebal. Sebab, warna merah yang dihasilkan pada tubuh arwana merupakan hasil dari proses tanning sinar UVA dan UVB yang membakar lapisan lendir sisik. Artinya, semakin tebal lendir, semakin tebal pula warna merah yang dihasilkan. ’’Jadi, udang menyuplai nutrisi agar keluar warnanya. Tapi, kalau tanpa lemak, terus kering sisiknya, kulit ikannya jadi gosong,’’ terang pria asal Cianjur tersebut.

Untuk kasus tertentu, Suratman memberi pakan berupa kodok sawah. Fungsinya, mempercepat penambahan bobot ikan jelang kompetisi. ’’Secara umum, untuk ikan arwana kecil, pemberian pakan bisa tiga sampai empat kali sehari. Kalau ikan besar, biasanya sehari sekali. Untuk GC, lebih diutamakan makan udang bisa setiap hari. Malam ngemil ulat jerman, dengan catatan tidak setiap hari,’’ bebernya.

Sementara itu, pengurasan air dilakukan setiap hari. Namun, hanya 20 sampai 30 persen air yang diganti. Suhu air juga dijaga 28–30 derajat Celsius. ’’Kurang dari itu, jadi sakit, ngembang sisiknya. Kalau lebih dari 30 (derajat Celsius), ikan pasti melintir (badannya, Red). Bengkok sampai kayak huruf S,’’ ucap Suratman. (han/c12/cak)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore