Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2020 | 04.13 WIB

Menikmati Sensasi Berkuda di Tengah Pandemi

TERINSPIRASI FILM: Miley Radita (kiri) dan Feby Vincensia mengapit Julio. (ANGGER BONDAN/JAWA POS) - Image

TERINSPIRASI FILM: Miley Radita (kiri) dan Feby Vincensia mengapit Julio. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

JawaPos.com - Peminat olahraga berkuda tidak sebanyak sepeda atau olahraga populer lain. Belakangan, mulai banyak yang penasaran menjajal berkuda. Termasuk Miley, 9, dan Vivaldi, 7, yang berlatih menunggang kuda. Mama mereka juga ikut menemani latihan.

Miley Radita berkali-kali menggoyangkan kaki. Pandangannya terus mengarah ke gerbang. Dia tidak sabar ketemu Julio. Julio yang ditunggu Miley bukanlah artis. Melainkan seekor kuda yang akan menemaninya berlatih di Emporium Horse Club. Begitu hewan berkaki empat itu tiba, dia langsung bersiap-siap. Dibantu sang ibu, Feby Vincensia, Miley naik perlahan ke punggung Julio. ’’Jinjit sedikit, sayang,’’ kata Feby.

Meski Miley sudah duduk di pelana, Julio tidak langsung jalan. Miley harus menyapa dulu si kuda agar kompak dan bisa bekerja sama di arena. ’’Jadi, mesti cocokin karakter kita sama karakter si kuda,’’ tutur Feby. Apalagi, Miley baru mulai berkuda dan belum memiliki kuda khusus.

Latihan berlangsung selama 45 menit. Setelah itu, biasanya ada jeda sebentar agar si kuda bisa beristirahat. Durasinya sebentar. Namun, olahraga berkuda ternyata menguras tenaga. ’’Biasanya seminggu sekali. Tiap Sabtu gitu,’’ ucap Miley, lalu tersenyum.

Photo

TERINSPIRASI FILM: Verawaty Budiyanto membantu Vivaldi Novaniel Nixon menaiki Jeff. Berkuda menjadi hobi baru anak-anak selama pandemi. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

Hal serupa dijalani Verawaty Budiyanto dengan anaknya, Vivaldi Novaniel Nixon. Mereka berempat sama-sama penghobi berkuda kelas pemula. Mereka malah baru mulai berkuda saat pandemi Covid-19 merebak. ’’Aku lihat anak-anak bosan karena kurang kegiatan fisik selama sekolah daring,’’ jelas Vera.

Peminat olahraga berkuda tidak sebanyak sepeda atau olahraga populer lain. Jadi, suasana arena latihan lebih sepi. Apalagi, jarak antarorang tidak mungkin berdekatan. Dengan begitu, risiko persebaran virus bisa dibilang minimal.

Selain alasan kesehatan, Vera mengakui bahwa image berkuda itu cool banget. ’’Apalagi, di film, kita suka lihat kan adegan berkuda. Kayak keren gitu. Jadi penasaran kan,’’ ungkap perempuan yang berdomisili di CitraLand tersebut.

Miley juga merasa begitu. Dia sering melihat adegan berkuda di film dan kartun. Karena itulah, dia bersemangat saat sang ibu mengajaknya menjajal naik kuda. Ternyata, saat dia mencoba berkuda, rasanya wow banget. Mulai mau naik ke punggung kuda saja, rasanya sudah deg-degan. ’’Rasanya takut jatuh terus!’’ kata Vera, kemudian menggelengkan kepala.

Beda dengan reaksi Valdi, sang anak. Tidak ada rasa takut yang tebersit. ’’Semangat aja mau naik kudanya,’’ sahut anak 7 tahun tersebut sambil tersipu malu. Anak kedua Vera itu memang penyuka binatang sehingga begitu bersemangat saat harus berinteraksi dengan kuda.

Mengajak anak berkuda sebenarnya memiliki beberapa manfaat. Vera dan Feby sama-sama merasa kedua anaknya makin fokus saat sekolah daring. ’’Memang naik kuda ini kan butuh fokus tinggi. Meleng dikit bisa jatuh atau kudanya tak terkendali,’’ terang Vera.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore