Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2023 | 03.27 WIB

Lebih Dekat Melihat Water Treadmill, Layanan Rehabilitasi Medis untuk Anjing

DIPANTAU KETAT: Salah satu pasien rehabilitasi medis dokter Tatang Cahyono menjalani fisioterapi di klinik. Terapi harus diawasi veterinarian bersertifikat khusus. - Image

DIPANTAU KETAT: Salah satu pasien rehabilitasi medis dokter Tatang Cahyono menjalani fisioterapi di klinik. Terapi harus diawasi veterinarian bersertifikat khusus.

Ada kalanya anjing harus menjalani rehabilitasi medis agar fungsi motoriknya kembali maksimal. Apalagi jika baru saja menjalani operasi tulang atau mengalami cedera otot. Jenis layanannya beragam. Termasuk water treadmill dan akupunktur.

---

HYDROTHERAPY yang kemudian berkembang menjadi water treadmill mulai dipraktikkan untuk anjing sejak abad ke-19. Pernyataan itu disampaikan drh Tatang Cahyono MSTCVM saat mengawali perbincangan dengan Jawa Pos di HORE Animal Clinic Holistic and Rehabilitation pada Jumat (16/6).

Untuk anjing, water treadmill bisa diterapkan pada jenis apa saja tanpa batasan umur. Tapi, menurut Tatang, sebaiknya yang berusia tiga bulan ke atas. Sebab, kadang anak anjing sensitif pada air. Itu bahaya. Jika tidak tahan pada suhu air, si anak anjing bisa kedinginan, bahkan hipotermia. Itu bisa membuat imunitas turun dan penyakit mudah menyerang.

Sebelum menjalani water treadmill, dokter perlu melakukan pemantauan umum dulu. ’’Jadi, ada istilah indikasi dan kontraindikasi,” tutur dokter lulusan Universitas Airlangga itu.

Mengetahui riwayat medis anjing penting untuk menentukan jenis layanan rehabilitasi medis yang tepat. Water treadmill bisa diberikan pada anjing yang mengalami paralisis atau kelumpuhan serta cedera gara-gara jatuh atau terpeleset.

Indikasi medis yang juga cocok mendapatkan layanan water treadmill adalah post orthopedic surgery atau pascaoperasi tulang. Setelah operasi, anjing biasanya tidak banyak bergerak. Kondisi itu mengakibatkan otot-otot kaki mengecil atau mengalami sarcopenia alias kehilangan massa otot. Terapi water treadmill akan merangsang pembentukan massa otot. Biasanya, water treadmill dijadwalkan sekitar tiga bulan pascaoperasi.

Selain itu, anjing-anjing dengan indikasi obesitas dan gangguan jantung juga disarankan menjalani water treadmill. Demikian pula anjing yang perlu meningkatkan staminanya. ’’Istilahnya untuk nge-gym,” tutur Tatang. Khusus indikasi terakhir itu adalah saran untuk anjing-anjing yang sehat.

Pawrents perlu memperhatikan sejumlah kontraindikasi jika hendak membawa momongan mereka ke klinik hewan untuk menjalani water treadmill. Anjing dengan luka terbuka jelas tidak bisa menjalani terapi. Begitu pula anjing yang punya penyakit infeksius, diare, atau kejang. Itu juga berlaku untuk anjing-anjing yang punya fobia terhadap air. Namun, dengan pengawasan dan terapi khusus, anjing yang fobia masih diperkenankan terapi.

Secara umum, water treadmill berlangsung sekitar 10 menit. ’’Tapi, bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” kata Tatang. Anjing dengan gangguan jantung disarankan menjalani terapi selama 2–3 menit, lalu dijeda istirahat. Setelah itu, terapi bisa dilanjutkan. Untuk endurance, terapi bisa diberikan 15–30 menit.

Selain durasi, kecepatan water treadmill juga harus diatur. Bisa diawali dengan speed paling kecil dulu. Faktor penting lain yang juga perlu diperhatikan adalah ketinggian air dan suhunya. Jangan sampai anjing yang menjalani terapi malah cedera saat menjalani water treadmill. Karena itu, seluruh rangkaian terapi harus diawasi dokter.

Tatang mengingatkan bahwa layanan water treadmill harus dikerjakan oleh dokter hewan yang memiliki spesialisasi CCRV, CCRP, atau CCRT. ’’Di Amerika Serikat, dokter hewan yang belum mengantongi sertifikat itu tidak boleh mengerjakan (rehabilitasi medis untuk hewan, Red),’’ tuturnya.

Jumat siang itu, Tatang menjelaskan water treadmill sambil memberikan layanan akupunktur. Tiga anjing yang sedang menjalani terapi terlihat nyaman. Mereka berbaring santai di atas matras meski jarum-jarum tertancap pada beberapa bagian tubuhnya. ’’Layanan rehabilitasi ada tiga. Manual, fisioterapi, dan exercise. Layanan water treadmill masuk kategori exercise. Sedangkan, akupunktur masuk kategori fisioterapi,” jelasnya. (wan/c6/hep)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore