
BELAJAR MENYENANGKAN: Para siswa dan orang tuanya memanen hasil Kebun Dapur Atqiya. Di lokasi yang sama, anak-anak juga bisa belajar dan memasak bersama. (KEBUN DAPUR ATQIYA UNTUK JAWA POS)
Kebun dapur bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berbagai macam sayuran bisa dibudidayakan dan dijadikan sumber pangan. Kebun Dapur Atqiya telah membuktikannya. Ruang hijau itu pun bisa menjadi tempat belajar anak.
KEBUN Dapur Atqiya terhampar di belakang rumah pasangan Iqbal dan Britania Sari di Bogor. Lahan seluas 300 meter itu sangat hijau. Terdapat bedengan atau gundukan tanah yang dipenuhi tanaman. Bagian pinggir bedengan tersebut diberi batu bata atau genting. Bedengan itu berbentuk lingkaran, kotak, dan memajang.
Berbagai tanaman tumbuh subur di kebun tersebut, khususnya sayuran. Ada sawi, kangkung, bayam brasil, ginseng jawa, serai, dan sayur lainnya. Ada pula cabai, tomat, terong, dan lainnya. Tak ketinggalan tanaman rimpang. Misalnya, jahe, umbi, dan temulawak.
"Berbagai jenis sayuran bisa dimasak setiap hari,” terang Iqbal, pemilik Kebun Dapur Atqiya, kepada Jawa Pos. Selain sayur, ada tanaman herbal yang bisa digunakan untuk obat dan kesehatan. Misalnya, mint, rosemary, kunyit, dan tanaman herbal lainnya. Total ada sekitar 50 jenis tanaman yang tumbuh di Kebun Atqiya.
Menurut Iqbal, tanaman pangan itu bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya. Pihaknya bisa memasak sayur secara bervariasi karena jenis sayuran cukup banyak. ’’Kami kan tidak mungkin seminggu makan kangkung terus,” kelakarnya. Selain memenuhi kebutuhan dapur rumah tangganya, para tetangga kadang ikut memanen dan membawa pulang hasilnya.
Selain tanaman, Kebun Atqiya dilengkapi kandang ayam. Banyak manfaat dari beternak ayam. ’’Kotoran ayam bisa digunakan untuk pupuk tanaman. Sedangkan tanaman yang tumbuh di kebun tersebut bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak,’’ katanya.
Ada juga kolam ikan. Konsepnya bertingkat. Jadi, bagian bawah digunakan kolam ikan, sedangkan bagian atas dipakai untuk tanaman. Lahan yang tersedia bisa dimaksimalkan untuk tanaman.
Iqbal mengatakan, pihaknya menerapkan prinsip permakultur, yaitu memanfaatkan lahan sebaik-baiknya bekerja sama dengan alam. Mengisi ruang dengan semaksimal-maksimalnya. ’’Memanfaatkan apa yang ada di alam dan berusaha memaksimalkannya,” terangnya.
Sebenarnya, lanjut dia, konsep kebun dapur bukanlah konsep baru. Zaman dulu, banyak masyarakat yang menerapkannya. Namun, sekarang banyak yang meninggalkannya. Melalui Kebun Dapur Atqiya, Iqbal ingin menggalakkan lagi kebiasaan menanam kebutuhan pangan.
Photo
BELAJAR MENYENANGKAN: Para siswa dan orang tuanya memanen hasil Kebun Dapur Atqiya. Di lokasi yang sama, anak-anak juga bisa belajar dan memasak bersama. (KEBUN DAPUR ATQIYA UNTUK JAWA POS)
Masyarakat di kota bisa menggunakan lahan yang ada untuk kebun dapur. Menurut Iqbal, tidak perlu lahan luas. Lahan sempit dan terbatas pun bisa digunakan untuk kebun dapur. Dengan prinsip permakultur, lahan tersebut bisa dimaksimalkan untuk kebun pangan. ’’Tidak harus lahan luas. Lahan pekarangan bisa digunakan untuk membantu ketahanan pangan rumah tangga,” paparnya.
Iqbal menambahkan, Kebun Atqiya juga digunakan sebagai tempat pembelajaran anak. Setiap Sabtu, anak-anak di sekitar rumahnya datang ke kebun. Mereka ikut merawat kebun, memanen, dan memasak hasil panen. Setelah itu, mereka makan bersama menikmati hasil panen. Mereka akhirnya mengenal jenis tanaman, bagaimana membudidayakannya, dan bagaimana mengolahnya menjadi makanan.
Selain belajar di kebun, anak-anak diajak belajar di perpustakaan pribadinya. Mereka bisa membaca buku tentang kebun, ternak, dan buku lainnya. "Agar mereka tidak bosan, bervariasi, sehingga mereka senang belajar,” terang Iqbal. Kebun Atqiya juga dikunjungi pelajar dan orang tuanya. Ada pula mahasiswa yang datang untuk belajar. Mereka menerapkan ilmu yang dipelajari, yaitu belajar mendesain lanskap outdoor.
Photo
BELAJAR MENYENANGKAN: Para siswa dan orang tuanya memanen hasil Kebun Dapur Atqiya. Di lokasi yang sama, anak-anak juga bisa belajar dan memasak bersama. (KEBUN DAPUR ATQIYA UNTUK JAWA POS)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
