Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 November 2020 | 00.17 WIB

Macaw, Burung Eksotis yang Butuh Interaksi Khusus

WARNA-WARNI MEMIKAT: Macaw memiliki kemampuan free fly. Namun, kemampuan itu perlu diasah pemiliknya secara telaten. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

WARNA-WARNI MEMIKAT: Macaw memiliki kemampuan free fly. Namun, kemampuan itu perlu diasah pemiliknya secara telaten. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Burung macaw bisa dilatih berbagai macam hal. Mulai bisa free fly hingga melakukan trik. Agar makin menurut, interaksi dengan pemilik harus intens. Jangan sekali-kali menyakiti burung ini, kalau sudah ngambek, susah mendapatkan kepercayaannya lagi.

---

Begitu dilepas, macaw akan langsung terbang. Biasanya bakal berputar di area yang dekat. Jika sudah terlatih, terbangnya bisa lama. Namun, dia akan tetap kembali ke sang pemilik. Dengan panggilan nama atau dengan siulan peluit.

Jenis burung itu memang istimewa. Habitat aslinya berada di hutan tropis dataran Amerika. Mulai tenggara Meksiko sampai hutan Amazon di bagian Peru, Bolivia, dan Brasil.

Burung dari keluarga paruh bengkok tersebut memiliki beberapa jenis yang banyak dipelihara di Indonesia. Di antaranya, scarlet macaw yang memiliki ciri ekor berwarna biru dan merah. Kemudian, bagian tubuh yang terdiri atas warna merah, kuning, dan biru. Panjangnya bisa mencapai 80 sentimeter.

Kemudian, ada blue and gold macaw yang memiliki ciri warna tubuh dominan biru dengan dada berwarna kuning. Lalu, green wing macaw dengan ciri sayap yang berwarna hijau. ”Ada juga hans macaw yang menjadi jenis paling kecil di jenis macaw,” ujar Yongky Gunawan, salah seorang penghobi macaw.

Selain warna yang cakep, macaw unggul dari segi kecerdasan. Burung itu bisa dilatih untuk trik free fly atau trik bermain seperti bola basket, bola boling, atau pura-pura mati. Namun, pemilik tidak disarankan untuk menuntut burung menguasai semuanya.

Harus salah satu, jika fokus free fly, tidak bisa digabung dengan kemampuan untuk trik bermain. Bisa-bisa, burung akan stres dan bingung. Kemampuannya tidak bisa maksimal.

Merawat burung tersebut memang butuh ketelatenan. Sebab, pemilik harus mampu mengambil hati burung. Yongky menyatakan, paling mudah adalah rajin-rajin berinteraksi dengan burung itu. ”Burung ini sangat sensitif dan peka dengan apa yang kita lakukan. Kalau disayang terus, ia akan mudah untuk menurut ke kita,” ujar ketua Surabaya Manuk Mabur itu.

Jangan sekali-kali memukul atau menyakiti macaw. Jika itu dilakukan, ia akan trauma dan biasanya bakal ngambek. ”Memang harus dengan perasaan, tiap hari dielus-elus dikasih makan pakai tangan langsung. Maka, cepat mendapat kepercayaan dia,” tambah Yongky.

Kata para penghobi, macaw memiliki sifat cemburu juga. Misalnya, jika pemilik memegang burung lain, biasanya macaw akan ngambek. Tidak mau dipegang pemiliknya dan menggigit. Ibaratnya, memelihara macaw seperti merawat anak sendiri, semakin perhatian, makin luluh dengan pemiliknya.

Soal melatih burung untuk free fly, itu bergantung karakter setiap burung. Ada yang dalam waktu seminggu sudah bisa dilepas dan mau kembali ke pemilik. Namun, ada juga yang butuh waktu hingga sebulan, bahkan lebih, untuk sekadar melepasnya terbang.

Namun, macaw termasuk jenis yang membutuhkan waktu lama hingga mampu reproduksi. Minim butuh usia hingga 10 tahun baru bisa kawin dan bertelur. ”Itu pun kalau jalannya lancar, kawin langsung bisa nelor. Kalau ribet, butuh 20–30 tahun baru bisa reproduksi,” jelas Taufiq Romadoni, penghobi lain.


Pakan menu untuk macaw lebih beragam. Tidak melulu hanya biji-bijian. Bisa juga buah-buahan seperti apel atau pir. ”Untuk tambahan vitamin, bisa pakai lemon,” katanya.

Bicara harga, macaw memang tergolong burung yang bernilai tinggi. Rata-rata ada di kisaran Rp 30 juta–Rp 40 juta. Bahkan, ras asli dan langka bisa dihargai hingga Rp 100 juta seperti contohnya macaw scarlet dewasa.

TENTANG PARUH BENGKOK AMERIKA

  • Macaw memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.

  • Memiliki rentang sayap hingga 1 meter dan panjang kepala sampai ekor mencapai 89 sentimeter.

  • Di alam, burung ini mampu bertahan hidup sangat lama hingga lebih dari 50 tahun.

  • Sekali memiliki pasangan, burung ini tidak akan pindah ke lain hati.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=8ASSVLAgZWU

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore