
DIPANEN BERBUAH LAGI: Lia Marliani menunjukkan buah markisa yang tumbuh di kebun rumahnya dengan ukuran sebesar pepaya. (LIA MARLIANI ZAMILA FOR JAWA POS)
Sudah lama Lia Marliani Zamila menekuni hobi berkebun di rumah. Jangankan pekarangan, dinding rumah pun dia pakai untuk menanam. Apa saja yang bisa menambah rumahnya lebih hijau, dia tanam. Sayur, buah, bunga. Yang belakangan jadi primadona adalah markisa jumbo atau giant markisa.
---
YA, di kebun Lia, buah tersebut bisa tumbuh sampai sebesar pepaya. Bahkan tidak jarang lebih. Lia bercerita, sebenarnya markisa tidak termasuk buah yang dia tanam di rumah. Tahun lalu pohonnya tiba-tiba tumbuh. Entah bibit atau biji dari mana. Lia pun tidak tahu. ”Markisa itu tumbuh sendiri,” kata dia kepada Jawa Pos.
Karena senang berkebun, markisa ”liar’’ itu dia biarkan sampai besar. Bagi Lia, buah tersebut punya nilai sejarah. Bisa membawa dirinya bernostalgia ke masa kecil. ”Terakhir makan markisa waktu saya masih SD,” imbuhnya.
Itu pun bukan markisa jumbo. Markisa biasa yang ukurannya jauh lebih kecil. Siapa sangka, yang tumbuh begitu saja di pekarangan rumahnya merupakan markisa langka.
Photo
TIDAK MANJA: Markisa jumbo ini bisa ditanam di mana saja, tidak bergantung cuaca dan iklim. Asal disiram rutin dan dipupuk. (LIA MARLIANI ZAMILA FOR JAWA POS)
Berdasar sumber bacaan yang diperoleh Lia, markisa itu berasal dari Amerika Serikat. Hal tersebut membuat Lia semakin terheran-heran. Kini Lia mengerti pohon markisa yang tumbuh di pekarangan rumahnya adalah rezeki. Bukan cuma untuk dirinya, melainkan untuk semua orang yang tertarik menanam.
Ya, sejak pohon markisa itu tumbuh dan berbuah, banyak yang ikut terheran-heran. Sebab, ukurannya luar biasa besar. Bentuknya juga unik-unik. ”Kalau pertama lihat, suka ada yang tersenyum simpul,” candanya.
Mendapat rezeki markisa jumbo, Lia pun membagikan kebahagiaan itu kepada teman-temannya di jagat maya. Setiap mengunggah markisa jumbo, ribuan likes datang. Disusul deretan pesan.
Baca juga:
Photo
TIDAK MANJA: Markisa jumbo ini bisa ditanam di mana saja, tidak bergantung cuaca dan iklim. Asal disiram rutin dan dipupuk. (LIA MARLIANI ZAMILA FOR JAWA POS)
Karena tidak mungkin terus mengirim benih secara cuma-cuma, Lia memutuskan menjual benih tersebut. Namun, hasil penjualannya disumbangkan ke TK yang dia kelola. Banyak yang bertanya bagaimana supaya markisa jumbonya tumbuh subur.
Lia mengatakan,”Sabar.” Menanam markisa jumbo memang harus sabar. Bila menanam dari bibit, dibutuhkan satu tahun sampai pohonnya tumbuh besar dan berbuah. Setelah berbuah sekali, Lia menyebutkan, markisa jumbo akan terus tumbuh. ”Dipetik tumbuh, dipanen tumbuh lagi. Nggak berhenti-berhenti,” tambah dia. Meski demikian, kunci sabar tadi wajib dipahami.
Urusan cuaca, iklim, dan tempat, Lia menyebutkan bahwa markisa jumbo bukan tanaman manja. Malah cenderung adaptif. Bisa ditanam di mana saja. Bila ditanam di tanah tanpa pot, cukup disiram rutin. Tentu sesekali dipupuk supaya lebih sehat. Kemudian, biarkan pohonnya tumbuh. Selama punya markisa jumbo di kebunnya, ukuran markisa jumbo yang dipanen rata-rata sebesar pepaya. ”Pernah lebih besar dari pepaya,” kata dia.
Setiap berbuah, Lia senang bukan main. Markisa jumbo juga sering dia bagikan kepada tetangga. Selain itu, Lia punya program khusus untuk anak-anak didiknya di TK. Mereka diajak berkebun! ”Dari semai, rawat, sampai panen dan dimasak. Mereka makan sendiri hasil berkebunnya,” kata dia. Bagi Lia, itu penting. Harapannya, anak-anak senang berkebun sejak dini.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=bCMlofrTM2k&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
