Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Oktober 2020 | 00.17 WIB

Drh Zuli Masfufah: Kenalkan Kucing Pakan Basah, Baru Pakan Kering

BIAR SEHAT: Vitamin dan mineral membantu pertumbuhan tulang dan gigi anbul. Kalori yang tinggi berfungsi untuk keseimbangan aktivitas gerak anakan. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

BIAR SEHAT: Vitamin dan mineral membantu pertumbuhan tulang dan gigi anbul. Kalori yang tinggi berfungsi untuk keseimbangan aktivitas gerak anakan. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Memelihara kucing tidak bisa sembarangan. Sebagaimana manusia, kebutuhan nutrisinya bergantung dengan usia si kucing itu sendiri. Kadar nutrisi yang kurang atau berlebihan pasti berdampak pada tubuh si kucing.

---

Sudah jadi kebiasaan Surtyanti untuk mengecek kandungan nutrisi sebelum membeli makanan kucing. Komponen yang sangat diperhatikan Bu Sur adalah protein. ”Anakan memang butuh protein lebih banyak,” ucap pendiri Bu Sur Cattery tersebut. Pada masa pertumbuhan kucing, protein berguna agar anakan tumbuh optimal.

Selain itu, protein memengaruhi warna bulu kucing. ”Kalau kekurangan protein, warna bulunya bisa pudar,” papar perempuan yang sudah berkecimpung di dunia breeder pada 9 tahun terakhir tersebut. Hal itu juga yang membuat Sur menambah asupan protein pada kucing betina dewasa jelang masa kawin.

Kucing anakan adalah yang berusia di bawah 12 bulan. Pada kucing ras besar, usia kitten lebih panjang. Hal tersebut memengaruhi nutrisi apa saja yang dibutuhkan. Menurut drh Zuli Masfufah, pemilik sebaiknya mengenali setiap fungsi dari nutrisi. Misalnya, vitamin dan mineral membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Sementara itu, kalori yang tinggi berfungsi untuk keseimbangan aktivitas gerak anakan. ”Nah, protein ini yang mesti dicermati. Karena memengaruhi pakan mana yang pas untuk kitten,” imbuhnya.

Protein punya peran sebagai sumber energi utama dan membangun otot-otot pada kucing. Jika asupan proteinnya tak sesuai, pertumbuhan anakan bisa terganggu. Kadar protein bagi anakan minimal mencapai 22 persen. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang harus terserap. Jadi, pemilik harus mencari pakan yang kandungannya lebih tinggi dari itu. ”Tujuannya, mengantisipasi adanya protein yang tidak bisa dicerna oleh kitten,” sambungnya.

Selain nutrisi, bentuk pakan penting diperhatikan. Selama ini, pemilik kucing mengenal pakan basah dan kering. Keduanya dikenalkan pada anakan di fase yang berbeda. Pakan basah diberikan terlebih dulu, setelah induk memenuhi kebutuhan anaknya hingga usia 2 bulan. ”Baru kemudian dikenalkan pakan kering,” jelasnya. Pakan basah lebih lembut bagi mulut dan pencernaan kitten.

Kelengkapan nutrisi yang dibutuhkan kucing dewasa juga sama dengan anakan. Yaitu, air, karbohidrat, protein, dan vitamin. ”Detailnya juga berkaitan dengan ras kucing itu sendiri. Tidak bisa dipukul rata,” jawab Zuli. Secara umum, kebutuhan protein dan kalori kucing dewasa lebih rendah dari anakan kucing.

Keseimbangan proporsi sangat penting. Protein dan lemak berlebihan malah memicu berbagai penyakit, misalnya obesitas. Begitu pula dengan kelebihan vitamin dan mineral yang memunculkan hipervitaminosis. ”Vitamin jadi terbuang sia-sia, bahkan bisa menjadi gangguan kencing bagi kucing,” imbuh perempuan yang juga bekerja sebagai technical advisor di salah satu perusahaan pakan hewan itu.

Pemberian pakan pada kucing bisa diberikan minimal 2–3 kali sehari. Bergantung kondisi kucing. Pemberian makan yang teratur tidak hanya berfungsi menjaga nutrisi, tetapi juga melatih karakter kucing. ”Mereka jadi lebih penurut, kemudian jam buang air kecil dan air besar juga lebih teratur,” paparnya.

Zuli mencontohkan, pemberian makan bisa dilakukan dengan makan berat pada pagi dan malam. Sementara itu, snack bisa diberikan saat siang. ”Dalam memilih snack, sebaiknya pemilik menghindari snack dengan zat pewarna, pengawet, dan perasa yang berlebihan,” ujarnya.

---

SERBA-SERBI NUTRISI KUCING


  • Induk kucing biasanya mampu memenuhi nutrisi anakan hingga usia 2 bulan.

  • Anakan perlu kadar protein minimal 22 persen. Cari pakan dengan kadar protein lebih tinggi.

  • Vitamin dan mineral yang diterima kitten memengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi.

  • Jaga kadar lemak pada makanan kucing dewasa untuk menghindari obesitas.

  • Kadar vitamin dan mineral berlebihan pada kucing dewasa bisa mengakibatkan gangguan kencing.


*Sumber: Drh Zuli Masfufah

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=bCMlofrTM2k&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore