
SANG PENYANYI: Burung kenari milik Tri Perwira memiliki kicauan panjang. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Penampilan kenari di panggung kompetisi bisa beda-beda. Bila perawatannya benar, kenari lokal juga bisa tampil percaya diri menyingkirkan kenari-kenari impor.
---
Kicau mania tentunya sudah tidak asing dengan burung kenari. Jenisnya yang banyak terkadang membuat banyak orang bingung. Apalagi mereka yang bukan penghobi burung. Mulai dari lokal, impor, hingga campuran. Semua punya keunikan tersendiri. Namun jangan salah. Dalam kompetisi, jenis lokal bukan berarti tidak mampu bersanding dengan kenari impor.
Burung kenari memiliki lebih dari 10 jenis. Mulai lokal, impor, lokal super (loper), F1, F2, F3, AFS, Yorkshire, dan banyak lainnya. Semuanya punya keistimewaan masing-masing. Tak jarang, pencinta kenari membuat beberapa kategori untuk mengelompokkan jenis-jenis kenari.
Seperti kenari warna, postur, penyanyi, dan hybrid atau hasil kawin silang. Walaupun demikian, hampir semua jenis merupakan hasil kawin silang. ”Semua jenis memiliki ciri khasnya sendiri saat berkicau,” ujar penghobi burung kenari Tri Perwira.
Tri mengatakan, jika ada pertanyaan apakah jenis lokal bisa mengalahkan impor, tergantung apa dulu kompetisinya. Kalau soal kicauan, semuanya bisa saling unggul. Baik jenis lokal, loper, atau F1 sekalipun. Bahkan, bisa justru yang loper bisa menang. Semuanya tergantung perawatan dan persiapannya.
Makanan serta asupan menjadi paling penting. Termasuk proses melatih kicauan. Orang kerap menyebutnya dengan masteran. Tak hanya itu, pemilik juga harus jeli. Postur tubuh kenari harus diperhatikan. Tidak boleh overweight (kegemukan). Jika itu terjadi, imbasnya pada suara. Burung kenari bisa malas berkicau.
Kalaupun gemuk, salah satu caranya harus diberi makan mentimun. Pemberiannya pun harus intensif. Biasanya rutin selama dua hari hasilnya sudah terlihat. Menurut Tri, timun tidak hanya menurunkan berat kenari. Tapi juga menstabilkan stres burung.
Kembali ke kicauan. Jenis loper dan lokal juga punya potensi besar untuk menang. Apalagi jika perawatannya benar, durasi kicaunya bisa sampai 30 detik. Nah, begitu pula untuk jenis lainnya. Seperti Yorkshire, posturnya yang kekar membuat kicaunya keras. ”Ada khasnya juga yang tidak dimiliki di jenis kenari lain,” ucap Tri.
Dengan begitu, kualitas kicauan kenari bukan dari jenisnya apa. Atau dari harganya mahal atau tidak. Sebab, jenis lokal, loper yang harganya di kisaran Rp 300 ribu, juga mampu mengalahkan Yorkshire, yang harganya bisa sampai Rp 4–9 juta.
Ada beberapa tip yang harus dilakukan sebelum lomba. Yakni, selama seminggu saat sangkar kenari ditutup, paginya dibuka dan dimandikan. Kemudian dijemur kurang lebih satu jam. Lalu diteduhkan dan dilatih dengan kicauan di MP3. Tujuannya, agar kenari mampu mengombinasikan berbagai jenis suara. Termasuk, durasi kicaunya bisa bertambah lama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022