
BANYAK PENGGEMAR: Bonsai Santigi on the Rock tumbuh dengan batu sebagai tambatan batang utama. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Belasan hingga puluhan juta rupiah harus dikeluarkan hanya untuk membeli bonsai. Terkesan mahal, tapi mewah. Hal tersebut sesuai dengan proses pembonsaian yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.
---
BAGI Samsul Huda, bonsai bisa dinikmati oleh semua kalangan. Tak harus mahal. Asal tahu perawatan dan paham kaidah alam, bonsai terkesan mewah dan mahal. Sebab, tanaman hias itu membutuhkan waktu panjang untuk mendapatkan bentuk yang ideal dan menarik.
Tentu pembentukannya tidak mudah. Mulai pengaturan dahan, ranting, pengawatan, pemangkasan, hingga penyempurnaan bakalan bonsai.
Di Desa Juwetkenongo, Porong, Samsul Huda mempunyai lahan seluas 1 hektare (ha) khusus untuk pembudidayaan tanaman hias. Jika dihitung, ada ratusan pohon bonsai yang dia tanam. Jenisnya mencapai belasan. Baik itu bonsai berbahan tanaman familier maupun langka.
Misalnya, santigi. Pohon bernama Latin Phempis accidula itu cukup terkenal dan langka. Semua kalangan suka. Daunnya hijau kecil berbatang mirip dengan tanaman cemara laut. Selain itu, karakter batangnya yang keras punya kesan tua. ”Santigi ini punya banyak penggemar,” ucap Samsul.
Photo
TAMPILAN CANTIK: Bonsai santigi dengan gaya cascade yang merunduk ke bawah seperti air terjun. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Belum lagi, Samsul membonsai santigi dengan gaya cascade. Batang pohon dipola menjulur ke bawah. Dahan dan rantingnya dibentuk lenggak-lenggok seperti huruf S. Jangan heran apabila bonsai itu mengingatkan pada indahnya air terjun dengan pemandangan pepohonan yang tumbuh di jurang.
Samsul menyampaikan, pembonsaian santigi perlu ekstrahati-hati lantaran rawan patah. Jadi, setiap perajin harus bersabar dan cekatan dalam membesarkan tanaman hias itu. Dahan dan ranting yang baru tumbuh segera dibentuk dengan menggunakan kawat. ”Saat pruning (cukur), tak boleh asal. Sekali salah potong, mengembalikan cabang yang telanjur dibuang akan memakan waktu,” tuturnya.
Ketua Penggemar Bonsai Indonesia (PBI) Cabang Sidoarjo itu berpesan agar batang pohon yang hendak dibonsai harus sesuai kaidah alam. Misal, batang bagian bawah harus besar, sedangkan bagian atas mengecil. Tak boleh terbalik. ”Sehingga perajin tidak sekadar mencari estetika keindahan, tapi juga mengikuti norma-norma alam. Biar tumbuh awet,” tuturnya.
Samsul menunjukkan bonsai santigi berukuran besar setinggi orang dewasa. Menurut dia, ukuran tersebut ideal dan menarik banyak perhatian. Tentu hasil pembesaran bonsai itu cukup lama. Sekitar sembilan tahun. ”Bercabang banyak. Daun kecil yang rindang. Plus, batangnya terkesan tua. Indah kan,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, santigi punya banyak peminat. Penggemarnya sampai luar kota. Bahkan luar pulau dan luar negeri. Untuk mendapatkan bonsai ideal, dia membutuhkan waktu bertahan-tahun. Sebaliknya, permintaan ada setiap minggu.
Lantas, bagaimana cara perawatannya? Selain rutin merapikan daun, setiap bonsai diberi nutrisi yang cukup. Tiap 3−5 bulan sekali, pupuk diberikan. Untuk pemberian air, satu hari harus disiram dua kali. ”Jangan lupa disemprot fungisida per setengah tahun. Biar batang tidak berjamur,” jelasnya.
Samsul berpendapat tanaman bonsai memang terkesan mewah lantaran proses pembesarannya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Namun, dia ingin mematahkan anggapan tersebut. Tanaman hias itu juga bisa didapat dengan harga ratusan ribu rupiah saja. ”Ada bonsai mini. Ini juga lagi saya kembangkan,” ucapnya.
Photo
BUAH KESEBARAN: Samsul Huda menyirami koleksi bonsai di kebun miliknya di Desa Juwetkenongo, Porong. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
CARA PERAWATAN BONSAI

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
