
SERASI: Jantan (atas) dan betina impor koi yellow base yang berwarna cerah dari Thailand sedang dikawinkan. Indukan super bisa menghasilan anakan terbaik. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
Dulu, bagi para breeder cupang, jika kebanyakan anakan yang mereka hasilkan berjenis kelamin betina, itu sama saja dengan bencana. Sebab, nilai jualnya bakal jauh lebih rendah daripada cupang jantan. Sekarang tren sudah bergeser. Para penghobi dan breeder berani mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah demi menghasilkan burayak-burayak layak kontes. Caranya? Ya, membeli betina super.
---
Dulu nyaris tidak ada pedagang-pedagang di pasaran yang mendisplai cupang betina di rak toko mereka. Alasannya simpel. Warnanya kurang enak dipandang. Kusam, pucat. Proporsi tubuhnya juga tidak menarik. Bantat. Sebab, ekor dan siripnya tidak tumbuh secantik pejantan.
Seiring berjalannya waktu, dengan makin masifnya perkawinan-perkawinan lintas jenis oleh para breeder, lahirlah betina-betina super. Warna tubuhnya tidak kalah indah. Postur tubuhnya juga makin ideal. Bahkan, sekarang banyak betina yang justru mampu memenangi ajang-ajang kontes dan mengalahkan pejantan. Ya benar, ”emansipasi” juga terjadi di dunia percupangan.
Sekarang cupang betina dirasa lebih menjanjikan untuk investasi masa depan. Para breeder bahkan berani menyebutnya sebagai ”ATM berjalan’’. ”Iya, apalagi yang virgin ya. Yang warnanya strong dan genetiknya jelas. (Harganya bisa mencapai, Red) belasan, bahkan puluhan juta rupiah,” ungkap Priyo Anggoro, salah seorang breeder dari CNC Betta Farm, Surabaya, sembari memperlihatkan gambar cupang betina seharga Rp 15 jutaan.
Saat ditemui di rumahnya di kawasan Pakis, Sawahan, Surabaya, Kamis (1/10), Priyo menunjukkan puluhan betina miliknya dari berbagai jenis. Ada yang sedang dikawinkan. Bagi pria 36 tahun tersebut, pada dasarnya, memelihara betina dan jantan tidak berbeda. Hanya ada sedikit perbedaan dalam pemberian pakan untuk si betina. Cupang betina cenderung rakus. Sebab, mereka nanti mengandung 700–1.000 telur di dalam perutnya. Tentu kebutuhan nutrisinya lebih banyak ketimbang pejantan. ”Betina itu bisa sampai tiga kali makan. Airnya juga wajib diganti dua hari sekali,” jelas Priyo yang baru memulai bermain cupang dua minggu sebelum PSBB jilid pertama, 28 Maret 2020.
Terkait dengan pakan untuk cupang betina, Priyo tidak pernah memperhitungkannya. Dia selalu sedia pakan dengan kadar protein tinggi. Misalnya, jentik nyamuk dan kutu air (kutir). Alternatifnya adalah artemia atau udang mini. Jika dia sulit mencari kutir, artemialah solusi utamanya.
Priyo menyatakan, pergeseran tren harga betta betina terjadi karena semua breeder terus berlomba menghasilkan anakan yang berkualitas. Karena itu, memburu indukan terbaik sudah menjadi keharusan. ”Yang virgin (belum pernah dibuahi) itu untuk (investasi) jangka panjang. Minimal kalau beli yang usianya 4,5 bulan. Nanti dipelihara dulu sampai usianya pas untuk dibuahi (5–6 bulan),” katanya.
Menurut dia, telur produksi pertama itulah yang paling bagus. Selain betinanya masih muda, keturunan pertama juga memiliki potensi mutasi warna maksimal. Setelah sering dipijah dan bertelur, kualitas anakan akan menurun. Di antara sekian banyak jenis yang sudah dia kawinkan, ada yang menurutnya menghasilkan anakan super. Yaitu, perkawinan jantan perjaka nemo galaxy multicolor dan betina virgin nemo candy multicolor.
Mendapatkan hasil maksimal dalam pemijahan memang membutuhkan eksperimen dan keberanian. Sebab, proses krusialnya terjadi ketika parental utama (P1) dikawinkan dengan ikan yang berlatar belakang keturunan berbeda (two unrelated parents). Nah, dari perkawinan perjaka dan virgin itulah, didapat F1 (first filial generation) yang bagus pula. Meski, tetap ada faktor keberuntungan.
Photo
Di antara ratusan F1 yang dihasilkan, hanya akan ada beberapa ekor anakan dengan kualitas super. Betina F1 nanti dapat dikawinkan dengan cara inbreeding (perkawinan sedarah) yang bisa melahirkan bibit baru dengan genetika lebih kuat atau mengembalikan sifat genetik dari para pendahulunya.
Lalu, ada juga perkawinan silang alias crossbreeding. Pola itu terbilang umum dilakukan breeder. Misalnya, membeli pejantan dari Thailand, lalu dikawinkan dengan betina lokal. Tujuannya, menciptakan variasi bibit baru dengan sifat, karakter, warna, dan bentuk yang berbeda dengan sebelumnya. ”Tentu jika berhasil akan jadi jenis baru,” paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
