Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 September 2019 | 17.01 WIB

Berkenalan dengan Stephen Sajogo, Kolektor Item Superman Asal Surabaya

DIJAGA TETAP DINGIN: Ruangan untuk menyimpan koleksi Stephen Sajogo harus memiliki suhu tertentu agar tidak mudah rusak. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

DIJAGA TETAP DINGIN: Ruangan untuk menyimpan koleksi Stephen Sajogo harus memiliki suhu tertentu agar tidak mudah rusak. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Superman mewarnai hidup Stephen Sajogo sejak anak-anak. Ayahnya yang mengenalkan superhero dari DC Comics tersebut. ’’Waktu itu karnaval TK temanya pahlawan. Yang lain polisi, aku didandani jadi Superman,’’ ungkapnya.

Alasannya simpel. Yakni, inisial S di baju Superman cocok dengan inisial nama Stephen. Ibunya menjahit sendiri logo huruf S dan mengaitkannya dengan menggunakan peniti di baju biru sebagaimana karakter asli.

Hal tersebut tidak terlupakan bagi Stephen. Dia ingat betul namanya dipanggil sebagai pemenang kostum karnaval. Sejak saat itu pria kelahiran Surabaya tersebut jatuh cinta setengah mati dengan Superman. Perjalanan mengoleksi pernak-pernik Superman dimulai dan terus berjalan hingga kini. ’’Ada sih kalau 30 tahun koleksi begini,’’ ucapnya, kemudian tertawa.

Saat memasuki kantor Stephen di kawasan Kedungsari, pengunjung akan disambut patung setengah tubuh Superman yang tertempel di depan gedung. Seolah-olah terbang menembus Graha Sayogo Building. Ruangan kantor Stephen juga jadi tempat koleksinya. Siapa pun yang masuk langsung disambut deretan action figure dan komik-komik lawas. Salah satunya majalah komik terlawas buatan 1938. ’’Memang ini reprint sih. Kalau yang asli bisa sekitar Rp 48 miliar,’’ jelas CEO Sayogo Incorporated itu.

Koleksinya meliputi action figure, statue berbagai ukuran, dan segala pernak-pernik bergambar Superman. Bahkan, Stephen masih menyimpan action figure pertamanya. Meski warnanya mulai memudar, Stephen tetap meletakkannya di lemari kaca.

Koleksi Superman-nya tidak cuma dipajang. Ada pula beberapa pakaian dan cape merah khas Superman yang siap dipakai saat dibutuhkan. ’’Cape ada 20 sih. Beda-beda pemakaiannya,’’ kata Stephen saat ditemui kemarin (4/9). Ada yang dipakai untuk jalan-jalan dan nonton film bareng. Ada juga yang digunakan untuk acara serius seperti talk show. ’’Ada juga yang buat dugem, ada lampunya kedip-kedip,’’ tambah bapak tiga anak itu, lantas tersenyum lebar.

Serba - serbi Superman Stephen


  • Benda paling tak lazim adalah kondom berukuran jumbo bertema Superman.

  • Yang paling susah didapatkan adalah patung Superman seukuran manusia. Dia membelinya di California, AS. Waktu pengirimannya mencapai dua bulan karena menggunakan kapal.

  • Suhu ruang penyimpanan koleksinya harus dijaga di angka 18 derajat Celsius. Untuk itu, dia harus memasang dua AC yang menyala secara bergantian.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore