
INCARAN KOLEKTOR: Kaktus jenis Gymno Kikko Montrose Double Head mengalami mutasi pada bentuk. Tak hanya itu, tunas tanaman tersebut bercabang dua. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)
Kaktus merupakan salah satu tanaman hias indoor yang mulai digandrungi. Jenisnya yang banyak membuat pencintanya selalu ingin berburu. Kaktus yang bermutasi punya daya tarik.
---
TERDAPAT dua mutasi gen pada kaktus, yakni warna dan bentuk. Keduanya memiliki ciri khas masing-masing. Kaktus yang bermutasi warna belum tentu bermutasi juga pada bentuknya. Pun sebaliknya. Namun, jika mutasi pada keduanya, kolektor tak segan membeli dengan harga yang mahal.
Misalnya jenis Gymno Kikko Montrose Double Head. Berasal dari induknya yang berbentuk lonjong, kaktus tersebut bermutasi menjadi bulat. Bahkan, batangnya membelah menjadi dua bagian. Tentunya sangat berbeda dengan induknya. “Mutasi gen pada kaktus ini unik,” kata kolektor dan pembudi daya kaktus Misbahul Munir.
Mutasi gen kaktus terjadi secara alami. Itulah kenapa jenis kaktus yang bermutasi menjadi langka. Bentuk dari mutasinya pun tidak bisa diprediksi. Yang jelas, jika induknya sudah bermutasi, besar kemungkinan tunas atau turunannya nanti juga mengalami mutasi.
Menurut Munir, bagi orang awam, untuk melihat kaktus tersebut bermutasi atau tidak, dilihat dari bentuknya. Biasanya sekilas wujudnya unik. Berbeda dari kaktus yang sudah ada. Begitu juga warnanya, biasanya muncul corak warna lain. Mirip seperti variegata pada tanaman monstera.
Seperti pada jenis LB 2178. Jenis kaktus dari Thailand ini mengalami mutasi pada warna. Terdapat warna kuning bercampur merah di bagian pelipisnya. Untuk harganya jangan ditanya. Meski tidak semahal Monstera variegata, harga kaktus yang bermutasi bisa mencapai Rp 5 juta lebih. Meskipun tingginya masih di bawah empat sentimeter. “Tergantung jenisnya juga,” katanya.
Menurut Munir, kaktus yang bermutasi akan menjadi langka. Sebab, dari ratusan biji kaktus yang menjadi bibit, hanya ada satu atau dua yang mungkin mengalami mutasi. Proses pengawinan benang sari dengan putik hanya menghasilkan bibit. Dan proses itu tidak menjamin akan menghasilkan bibit yang bermutasi.
Nah, kaktus yang mengalami mutasi gen bukan berarti tidak bisa normal kembali. Kemungkinan kembali ke induk awal juga besar. Begitu pun yang sebelumnya normal. Ada kemungkinan saat besar bisa mengalami mutasi. Biasanya dilihat dari tunas yang muncul.
Munir menjelaskan, jika bentuk tunas yang tumbuh terlihat berbeda dari induknya, biarkan saja sampai tumbuh besar. Dengan begitu, akar dari kaktus di tunas tersebut bisa kuat. Jika seperti itu, langkah berikutnya harus dipindah ke media tanam.
Baca juga:

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
