alexametrics

Kaktus, Tanaman Berduri yang Digandrungi

Yang Mengalami Mutasi Makin Dilirik
15 November 2020, 20:29:30 WIB

Kaktus merupakan salah satu tanaman hias indoor yang mulai digandrungi. Jenisnya yang banyak membuat pencintanya selalu ingin berburu. Kaktus yang bermutasi punya daya tarik.

TERDAPAT dua mutasi gen pada kaktus, yakni warna dan bentuk. Keduanya memiliki ciri khas masing-masing. Kaktus yang bermutasi warna belum tentu bermutasi juga pada bentuknya. Pun sebaliknya. Namun, jika mutasi pada keduanya, kolektor tak segan membeli dengan harga yang mahal.

Misalnya jenis Gymno Kikko Montrose Double Head. Berasal dari induknya yang berbentuk lonjong, kaktus tersebut bermutasi menjadi bulat. Bahkan, batangnya membelah menjadi dua bagian. Tentunya sangat berbeda dengan induknya. “Mutasi gen pada kaktus ini unik,” kata kolektor dan pembudi daya kaktus Misbahul Munir.

Mutasi gen kaktus terjadi secara alami. Itulah kenapa jenis kaktus yang bermutasi menjadi langka. Bentuk dari mutasinya pun tidak bisa diprediksi. Yang jelas, jika induknya sudah bermutasi, besar kemungkinan tunas atau turunannya nanti juga mengalami mutasi.

Menurut Munir, bagi orang awam, untuk melihat kaktus tersebut bermutasi atau tidak, dilihat dari bentuknya. Biasanya sekilas wujudnya unik. Berbeda dari kaktus yang sudah ada. Begitu juga warnanya, biasanya muncul corak warna lain. Mirip seperti variegata pada tanaman monstera.

Seperti pada jenis LB 2178. Jenis kaktus dari Thailand ini mengalami mutasi pada warna. Terdapat warna kuning bercampur merah di bagian pelipisnya. Untuk harganya jangan ditanya. Meski tidak semahal Monstera variegata, harga kaktus yang bermutasi bisa mencapai Rp 5 juta lebih. Meskipun tingginya masih di bawah empat sentimeter. “Tergantung jenisnya juga,” katanya.

Menurut Munir, kaktus yang bermutasi akan menjadi langka. Sebab, dari ratusan biji kaktus yang menjadi bibit, hanya ada satu atau dua yang mungkin mengalami mutasi. Proses pengawinan benang sari dengan putik hanya menghasilkan bibit. Dan proses itu tidak menjamin akan menghasilkan bibit yang bermutasi.

Nah, kaktus yang mengalami mutasi gen bukan berarti tidak bisa normal kembali. Kemungkinan kembali ke induk awal juga besar. Begitu pun yang sebelumnya normal. Ada kemungkinan saat besar bisa mengalami mutasi. Biasanya dilihat dari tunas yang muncul.

Munir menjelaskan, jika bentuk tunas yang tumbuh terlihat berbeda dari induknya, biarkan saja sampai tumbuh besar. Dengan begitu, akar dari kaktus di tunas tersebut bisa kuat. Jika seperti itu, langkah berikutnya harus dipindah ke media tanam.

Baca juga:

Pria asal Wonocolo, Surabaya, itu menambahkan, ada peluang besar bagi pencinta kaktus mini. Tanaman kaktus sekarang lagi naik daun. Terutama saat pandemi seperti sekarang. Banyak masyarakat yang membeli untuk hiasan rumah. Terlebih pada jenis yang mengalami mutasi gen. Karena itu, pergerakan impor kaktus sekarang sedang naik. Mengingat tanaman tersebut banyak didapat dari berbagai negara. Seperti Korea, Thailand, hingga Afrika.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : omy/c9/git



Close Ads