alexametrics

Memelihara Peacock Bass, Predator Cantik dari Amazon

10 Januari 2021, 17:17:20 WIB

Sosok ikan predator selalu lekat dengan citra menyeramkan. Namun, kegarangan peacock bass tereduksi oleh corak dan warna tubuhnya yang eksotis. Tak heran, ikan dengan nama latin Cichla ocellaris itu mendapat tempat tersendiri di hati para penghobi.

DI DUNIA penggemar ikan predator, ia sering dipanggil Pbass. Mayoritas memiliki corak polkadot hitam pada sekujur tubuhnya. Motifnya beragam. Namun, ada yang khas terdapat pada bagian caudal (pangkal ekor). Yakni, lingkaran seperti mata. Berkat ciri itu pula, nama ocellaris disematkan pada dirinya. Artinya ”memiliki mata kecil’’.

”Mirip dengan oscar. Kan memang satu keluarga cichlid,” terang Evalina Rachman, penghobi ikan predator asal Surabaya. Perempuan 21 tahun itu megatakan, motif bulatan tersebut terdapat di hampir sekujur tubuh Pbass. Terlebih saat masih usia anakan. Semua memiliki motif sama. Namun, saat memasuki usia remaja, akan tampak jelas perbedannya corak antara satu jenis Pbass dan lainnya.

Evalina memiliki ratusan ekor Pbass berbagai ukuran, usia, dan jenis. Mulai 4–5 sentimeter atau anakan, ukuran 13–18 sentimeter usia remaja, dan 28–35 sentimeter dewasa. Beberapa yang dimiliknya adalah jenis orinoco, monoculus, kelberi, blue azul, dan xingu.

Dia memaparkan, jenis monoculus memiliki ciri khas yang mencolok warna hijau kekuningan di tubuhnya. Lalu, sirip bawahnya kombinasi oranye dengan merah. Ada marking hitam tiga baris dan garis lurus dari ekor hingga kepala yang disebut good marking. Pbass monoculus jantan memiliki jenong merah untuk memikat betina ketika masa berahi. ”Semua itu baru terlihat pas usia remaja. Ada marking juga di atas mata, mirip alis,” ujarnya.

Kelberi bertubuh kuning keemasan. Motif polkadot hitam mendominasi seluruh tubuh. Bahkan, terlihat sampai sirip dan bawah ekornya. Sementara itu, orinoco bertubuh hijau dengan corak polkadot lebih besar.

Agar ikan terlihat lebih indah dan menarik, Evalina menganjurkan satu akuarium diisi lebih dari lima ekor Pbass. Sebab, tontonan paling mengasyikkan adalah ketika ikan-ikan itu diberi makan. Sifat predatornya muncul. Bahkan, jika ikan masih dalam usia anakan, satu tank bisa diisi puluhan ekor. ”Saya menikmati semua prosesnya. Biasanya beli anakan yang banyak. Nanti kalau besar bisa dijual,” ujarnya, lalu terbahak.

Evalinas mengaku pernah bereksperimen dalam mengembangbiakkan Pbass. Tak disangka, hasilnya bisa maksimal. Hanya dalam 15 bulan, ikan-ikannya berkembang dari ukuran 5 sentimeter menjadi 35 sentimeter. Padahal, pada umumnya, untuk mencapai 35 sentimeter itu butuh dua tahun. Kuncinya pada pemberian pakan. ”Bisa kasih makan 5–10 kali sehari. Makanya cepat besar,” tuturnya.

Baca Juga: Gengsi Memiliki Ikan Pari

Berbeda ukuran atau usianya berbeda pula jenis pakannya. Misalnya, untuk ukuran anakan 4–10 sentimeter itu 80 persen diberikan cacing darah. Lalu, sisanya ikan kecil dan jentik nyamuk. Untuk ukuran 15–25 sentimeter hanya dikasih makan ikan kecil seperti gatul, moli, dan bibit lele.

Untuk ukuran di atas 25 sentimeter pakan yang digunakan adalah bibit lele berukuran 8 sentimeter. ”Intinya pakan hidup ya. Tapi, bisa juga sih dibiasakan lele potong atau udang kupas,” katanya.

Di habitat asalnya di Sungai Amazon, Pbass sering dijadikan target buruan para pemancing. Bahkan, ada julukan tersendiri di kalangan pemancing untuk kegiatan perburuan itu. Yakni, Amazon Xtreme Fishing. Di sana, Pbass ukuran jumbo dari berbagai jenis dapat ditangkap dengan satu kail pancingan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c13/cak


Close Ads