
SIAP PETIK: Lusi Ulinnuha memanen sawi yang tumbuh subur di dalam pot di balkon lantai 2 rumahnya. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)
Rumah mungil tak jadi penghalang untuk berkebun. Balkon di lantai 2 pun bisa disulap jadi tempat bertanam yang nyaman. Rumah asri, hasil panennya pun bisa diolah.
---
BUTTERNUT squash, anggur, sawi, sampai basil ada di kebun balkon Lusi Ulinnuha. Seluruhnya tumbuh subur dalam pot. Tanpa tambahan pupuk maupun pestisida kimia. Bagi dia, luas tanah terbatas dan cuaca panas Sidoarjo bukan halangan buat berkebun. ”Karena enggak ada halaman, makanya dibuat di lantai 2. Ringkas dan sejuk, apalagi pas pagi atau sore,” lanjutnya.
Lusi menjelaskan, dia fokus berkebun tanaman produktif. Awalnya, ide itu muncul ketika dia membutuhkan bumbu yang jarang didapat di pasar. ”Pengin buat rendang, kan harus ada daun kunyitnya. Padahal, di pasar nggak ada yang jual,” paparnya. Lalu, dia pun merambah ke tanaman bumbu lainnya seperti basil dan kari. Meski ada di pasaran, harganya relatif mahal dan jumlahnya terlalu banyak untuk sekali masak.
Photo
FOTO: DIMAS MAULANA/JAWA POS
Ibu tiga anak itu menceritakan, dirinya mulai serius menata kebunnya sejak dua tahun lalu. Selain tanaman bumbu, dia bertanam sayur dan buah. Dari cabai sampai kale. Jambu kancing sampai anggur pun ada. Semuanya dirawat secara organik alias tanpa pupuk dan pestisida buatan. ”Hasilnya kerasa. Sawi hijaunya enggak sepahit kalau beli. Bau kubis yang khas juga nggak menyengat banget,” paparnya.
Lusi dan keluarga pun sering melalap langsung hasil panen yang dipetik dari kebun. Nah, untuk mendukung bertanam organik, dia membentuk ”ekosistem” mini di kebunnya. Selain beragam tanaman sayur, buah, dan rempah, dia menyelipkan beberapa tanaman bunga. Di antaranya, ada mawar dan krokot.
Lusi memaparkan, tanaman berbunga menarik polinator atau serangga yang membantu penyerbukan. ”Kebetulan, di kebun ada beberapa tanaman yang memang butuh dibantu penyerbukannya. Contohnya, labu botol dan buah seperti anggur dan jambu,” lanjutnya. Kupu-kupu dan lebah pun rutin menyambangi kebun balkon Lusi.
Photo
FOTO: DIMAS MAULANA/JAWA POS
Karena berada satu kebun dengan tanaman lain, buah dari hasil penyerbukan alami itu punya rasa unik. Ketika panen anggur beberapa waktu lalu, dia sempat mencecap rasa jeruk yang kebetulan tumbuh di kebunnya.
Perempuan yang sering berbagi tips di akun Instagram kebunbalkonmini itu menyatakan, berkebun dalam pot tak hanya praktis buat pemilik lahan sempit. Tanaman pun jadi lebih mudah dipindah-pindah. ”Apalagi, kalau baru menyemai sayuran baru. Kalau ternyata enggak cocok di panas, tinggal digeser ke tempat teduh dan sebaliknya,” papar Lusi.
Photo
FOTO: DIMAS MAULANA/JAWA POS

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
