Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juni 2021 | 18.02 WIB

Buka YouTube Tutorial Gunting Ari-Ari Kucing

BAGIAN DARI KELUARGA: Rosa Puspasari menggendong Noie. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

BAGIAN DARI KELUARGA: Rosa Puspasari menggendong Noie. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Sebagai home enthusiast, punya enam anak bulu (anabul), bahkan pernah 12 ekor, tentu tak mudah bagi Rosa Puspasari. Risiko rumah acak-acakan dengan bonus ”bau” bisa menghantui setiap hari.

---

TAPI, Noei, Kiko, Komi, Koichi, Kenji, dan Kofi beruntung. Sang pawrent sejak awal sadar atas risiko tersebut. Sehingga hingga kini tak pernah ada drama dengan cucuran air mata atas kejahilan-kejahilan mereka.

”Tapi, punya peliharaan dalam rumah pasti banyak yang dikorbanin ya. Nggak mungkin bisa 100 persen ngejaga,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di Depok, Jawa Barat, Rabu (26/5).

Rosa ingat betul, sekitar beberapa bulan lalu, terpaksa harus bongkar lantai vinil di area depan entryway terakota. Itu bermula ketika dia mencium bau pipis kucing. Awalnya ibu satu anak tersebut hanya berpikir air kencing cuma di permukaan lantai. Lalu dipellah lantai sampai kinclong.

Sayangnya, bau itu tak kunjung hilang. Dia mulai curiga anabulnya spraying di kayu pintu dan kaki kursi. ”Udah diberesin, tapi kok masih bau ya,” kenangnya.

Hal itu membuatnya insecure. Muncul kekhawatiran bila ada tamu datang dan merasa tidak nyaman. Rosa curiga air kencing anabulnya merembes ke bawah. Akhirnya sang suami diminta membongkar lantai di sekitar area tersebut. Benar saja, setelah dibuka, ada becek-becek air di beberapa bagian. ”Dan itu bau banget,” ungkap pemilik akun Instagram @Rumah.Rosa tersebut.

Rosa mengambil langkah berani dengan mengganti lantai vinil di area tersebut.

Bukan berarti para anabul tidak perlu diajari. Baginya its a must. Hal itu juga untuk mengantisipasi adanya kerusakan-kerusakan fatal. Misalnya menyediakan scratcher di lokasi-lokasi yang memang berisiko mendapat cakaran mereka. Rosa bahkan mengajari mereka satu per satu nyakarin scratcher yang dibelinya sambil mengajak diskusi. Bahwa nyakarnya di situ saja.

Kemudian menyediakan litter box di area khusus kucing. Sejak kecil Noei, Kiko, Komi, Koichi, Kenji, Kofi, termasuk Buntut (yang sudah meninggal) telah mendapat toilet training. Walaupun masih ada saja yang suka nakal seperti Noei. Spraying sembarangan. ”Karakter kucing itu seperti anak ya. Dikasih tahu ada yang nurut, ada juga yang bandel,” ujarnya, lantas tertawa.

Selain itu, menurut Rosa, soal rapi atau tidak sebuah rumah bukan bergantung pada kucing. Melainkan pemilik rumah. Benar saja, rumahnya sangat rapi. Tak ada bau-bau khas yang biasa tercium saat rumah dihuni anabul-anabul gemas.

Padahal, rumahnya sudah dihuni Buntut sejak 2013. Lalu ketambahan Noei dan Kiko. Belum lagi saat anak-anak Kiko: Komi, Koichi, Kenji, dan Kofi masih bayi.

Baca Juga: 11 Negara Diperbolehkan Masuk Arab Saudi, Indonesia Tidak Termasuk

Yups, Kiko jadi kucing pertama yang lahiran di rumah itu. Kepanikan bertambah karena ternyata sang induk tidak memakan ari-ari anaknya seperti kebanyakan kucing lain. Alhasil, kelima anaknya terlilit ari-ari ketika mencari puting sang ibu. Temannya menyarankan agar Rosa menggunting sendiri ari-ari tersebut sebelum mereka makin terlilit.

”Aku buka YouTube, cari tutorial memotong ari-ari kucing. Ada loh,” ungkapnya lantas tertawa.

Awalnya Rosa takut Kiko akan kesakitan. Namun, temannya meyakinkan, ketika memotong dengan jarak tertentu, tidak akan membuat sang kucing sakit.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore