
JAGA KELEMBAPAN: Zwasty Paskahlia Ramma berbagi cara merawat calathea. Perdu cantik tersebut tumbuh optimal pada media tanam porous. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)
Di dalam maupun luar rumah, calathea tetap cantik dipandang. Perdu abadi asal Brasil tersebut tak menuntut perawatan yang rumit. Cukup penuhi kebutuhan nutrisi, calathea tumbuh subur dan rimbun.
---
HUJAN dan panas yang saling berkejaran beberapa pekan terakhir menjadi waktu yang paling disukai calathea. Cahaya matahari di pagi–siang berlimpah. Namun, kelembapan tetap tinggi. Yang dibutuhkan, cukup naungan. Zwasty Paskahlia Ramma menjelaskan, calathea baiknya tak terpapar matahari langsung. ”Kalau kena panas, lekas layu dan tepi daunnya gosong,” imbuhnya. Jika dibanjur, tanaman akan lekas busuk.
Asty –sapaan akrab Zwasty– menyatakan, perawatan calathea nyaris sama dengan perdu tropis lainnya. Pertumbuhan maksimal bila kelembapan baik. ”Media tanamnya harus porous. Bisa menyimpan air, tapi nggak menggenang. Saya biasa pakai lumut,” ungkap arsitek lanskap itu. Media tanam juga bisa dikombinasikan dengan sekam bakar, kompos, serta cocopeat.
Menjaga kelembapan juga bisa dilakukan dengan memberikan naungan. Misalnya, ditanam di bagian teras yang terlindung atap. Atau, di bawah pohon. ”Bisa juga ditanam di pot, lalu ditata berkelompok. Tanaman-tanaman tadi bakal saling menjaga kelembapan,” ucap Asty. Namun, tanaman harus bebas hama agar tak saling menularkan.
Photo
Calathea (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)
Walau menyukai teduhan, paparan sinar matahari tetap dibutuhkan. Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menilai, sinar ultraviolet perlu untuk menjaga warna daun. ”Terutama untuk jenis calathea yang punya semburat merah. Kalau kurang cahaya, daun cenderung pucat,” lanjut Asty.
Dia menceritakan, pada cuaca Surabaya yang panas, calathea rawan kering. Tanaman seakan mengerut, layu, dan berwarna kecokelatan. ”Jangan keburu dibuang. Kalau batang dan akar masih segar, belum kopong, bisa diselamatkan,” kata Asty. Pemilik The Gardenaya itu menjelaskan, bagian yang kering bisa dipotong. Lalu, dibiarkan tumbuh di tempat yang teduh dengan penyiraman cukup. Tunas baru pun akan kembali muncul.
Asty menceritakan, calathea tumbuh baik dengan alami. Tak butuh pupuk khusus. ”Kalau dipupuk dengan NPK, misalnya, jadinya kering. Saya akali dengan air cucian beras atau kompos,” lanjutnya. Calathea pun siap mempercantik rumah. Dari perdu yang awet mungil di pot hingga tanaman pembatas kebun.
Photo
Calathea (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)
Baca juga: Berkebun Anggur ala Kebun Rooftop
Photo
Calathea (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/wFRlpsTjOZc

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
