Ikan mas koki alias goldfish koleksi Reza Goldfish Farm di Kota Depok, Jawa Barat.
JawaPos.com - Reza Stefanus benar-benar jatuh cinta pada ikan mas koki. Dia sudah memelihara spesies cantik itu sejak 23 tahun lalu. Sudah puluhan kali dia memenangi kontes. Namun, kisah pilu juga pernah dialaminya ketika semua ikannya sakit akibat cuaca ekstrem.
Akuarium besar setinggi 1,5 meter itu menampung puluhan ikan mas koki. Pengunjung yang duduk di kursi tamu bisa melihat keindahan ikan tersebut lewat kaca lebar yang menjadi dinding akuarium. Gemercik air dari rangkaian filter yang terpasang di atasnya membuat suasana kompleks peternakan semakin tenang.
’’Ini akuarium untuk display. Tamu yang datang bisa melihat langsung ikan yang diinginkan,” terang Reza Stefanus, pemilik Reza Goldfish Farm, saat ditemui di peternakannya di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (28/9) lalu. Bukan hanya penghobi berat ikan mas koki, dia juga menjual hasil budi dayanya.
Di kompleks peternakan seluas 200 meter persegi itu, terdapat 19 kolam dan beberapa akuarium. Hampir semua kolam terisi ikan. Reza mengembangkan tiga jenis ikan mas koki, yakni ranchu, oranda, dan ryukin. Dia membudidayakan ikan mulai indukan, telur, sampai yang siap dijual.
Reza Stefanus menunjukkan salah satu koleksi goldfish premiumnya.
Saat ini Reza memiliki puluhan indukan, baik ranchu, oranda, maupun ryukin. Indukan itu dipisah antara jantan dan betina. Pemisahan dilakukan agar Reza tidak terlambat mengecek proses perkawinan. Jika betina dan jantan dicampur, akan sulit dilakukan pemijahan.
Betina sudah keburu dikejar jantan dan bertelur di kolam. Kalau sudah seperti itu, telur tidak bisa dipindah. ’’Telur akan lengket di dasar kolam. Jika diambil, telur itu akan pecah semua,” terangnya.
Ikan yang masih kecil berusia di bawah 1,5 bulan akan diletakkan di kolam yang tidak menggunakan filter. Ikan itu diberi makan cacing sutra. Namun, ikan yang sudah besar dan berada di kolam filter diberi makan pelet. ’’Kalau sudah di kolam filter, ikan tidak kita kasih cacing sutra karena akan merusak filter,” paparnya.
Menurut dia, ketika sudah berusia lebih dari 2 bulan, ikan sudah siap untuk dijual. Karena kalau kurang dari 2 bulan, ikan masih rawan sakit. Jadi, pembeli tinggal membesarkannya. Menurut Reza, ikan hasil budi dayanya tak hanya dijual ke pasar lokal, tetapi juga ke luar negeri. Misalnya, Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Hongkong.
Ikan milik Reza juga ikut kontes sejak 2005. Saat itu di Bandung dia berhasil mendapat peringkat kedua. Kemudian, pada Juni lalu, di sebuah kontes Piala Sultan Jogja, timnya berhasil menjadi juara umum. ’’Kami sudah puluhan kali juara,” katanya.
Yang paling menantang adalah ketika ikan sakit. Tahun lalu dia pernah dibuat pusing karena semua ikan di kolam sakit. Sekitar 60–70 persen ikan mati. Penyebabnya cuaca ekstrem. Menurut dia, ada siklus lima tahunan di mana cuaca ekstrem terjadi sehingga mengakibatkan ikan sakit dan mati.
Kendati demikian, Reza tetap melanjutkan hobinya. Dia merasa tenang duduk di depan akuarium dan melihat ikan-ikannya yang cantik berenangan. Pikiran yang suntuk bisa hilang.
Hobi merawat ikan tumbuh sejak Reza duduk di sekolah dasar (SD). Setiap pulang sekolah, dia selalu membeli ikan di penjual yang mangkal di depan sekolah. ’’Saya tidak pernah jajan karena uang jajan saya buat beli ikan,” ucapnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
