Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 November 2020 | 01.18 WIB

Berkenalan dengan Satpam Rumah, si Jalak Suren

TETAP NGOCEH: Jalak suren bukan burung pemalu. Ketika berhadapan dengan orang, jalak malah nggacor. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

TETAP NGOCEH: Jalak suren bukan burung pemalu. Ketika berhadapan dengan orang, jalak malah nggacor. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)








Pengin rumah aman tanpa harus punya satpam pribadi? Mungkin Anda bisa pelihara jalak suren. Si burung cerewet yang berkicau kepada setiap orang yang mendekat ke rumah. Meski dikenal cerewet, omelannya tetap merdu.

---

RUMAH Supriyono sudah mirip pasar burung. Semarak suara aneka kicau saling bersahutan. Kicauan itu makin terdengar ramai ketika Jawa Pos menginjakkan kaki di selasar rumahnya di Putat Gede, Gang Buntu, Sukomanunggal, pada Kamis pagi (26/11).

”Kalau ada orang baru, pasti begitu. Caper,” kata sang pemilik rumah. Suara itu berasal dari enam jalak suren milik Supriyono yang tak henti berkicau. Seolah memberi tahu sang pemilik. ”Hey, ada orang baru itu lho”.

Sambil mengepak-ngepakkan sayap, tak takut dengan orang luar, burung bernama latin Gracupica contra tersebut terus berkicau. Sambil menaikturunkan kepala, burung itu menunjukkan segala kemampuannya untuk berolah kicau.

Respons terhadap orang luar dan suka pamer itulah yang membuat Supriyono kepincut dengan jalak suren. Bukan seperti burung lain yang diam ketika ada orang baru yang mendekat ke sangkar, jalak suren berlaku sebaliknya. Tambah nggacor.

Saking cerewetnya, jalak suren dikenal sebagai satpam rumah. Yang selalu memberi tahu sang tuan bahwa sedang ada orang di sekitar rumah. Baik orang yang lewat depan rumah maupun yang mau bertamu.

Bukan hanya pada orang luar. Sama keluarga Supriyono pun, si jalak tak kalah cerewet. Misalnya, saat malam tiba. Kalau dengar suara keras dari dalam rumah, burung akan langsung bunyi. ”Jalak ini selalu bunyi kalau dengar suara, baru diam kalau dikerodong,” terang lelaki kelahiran 22 Desember 1965 itu.

Sejak lima tahun lalu, Supriyono sudah kepincut si jalak. Mulanya satu ekor. Kemudian tambah seekor lagi. Semakin tertarik, dia membelinya seekor lagi. Sampai kini, kakek dua cucu itu punya enam jalak suren.

”Anehnya, masing-masing punya suara berbeda,” katanya. Ada yang suka kicau panjang, nembak-nembak. Ada juga yang ngerol dengan aneka jenis kicau. Atau, variasi keduanya. Bahkan, Crismo, nama seekor jalak suren milik Supriyono, mampu menirukan suara desir tonggeret. Sejenis serangga yang sering berdesir di pepohonan hutan.

Latihan Mental dengan Memasukkan Tangan di Sangkar


Lelaki asal Kedungadem, Bojonegoro, itu mengaku tidak punya banyak resep untuk memelihara enam ekor jalak suren miliknya. Perawatannya standar. Diberi makan jangkrik saat pagi dan sore. Sesekali diberi makan ulat hongkong, pisang, dan pepaya. Mandi sekali sehari. Itu pun kalau Supriyono tidak lupa.

Meski tidak punya perawatan ekstra, toh jalak suren koleksinya menjadi primadona di kalangan pencinta jalak di Surabaya. Jalak-jalak koleksinya sering menyabet juara di kompetisi lokal di metropolis.

Bahkan, si Falcon, seekor jalak koleksinya, jadi ikon di komunitas Sedulur Jalak Suren Suroboyo (SJSS). Dikenal cerdas berkicau, Falcon punya ciri khas khusus. Dia bisa nembak panjang. ”Yang jadikan maskot teman-teman komunitas sendiri,” tuturnya.

Selain pandai gacor, yang membuat jalak-jalak koleksi Supriyanto istimewa adalah mental yang kuat. Di alam liar, jalak suren memang punya basic yang tak gampang takut. Namun, di tangan Supriyono, mental jalak tambah kuat.

Mental kuat itu dilatih dari kebiasaan Supriyono yang sering memasukkan tangan di sangkar. Dan benar, Crismo, si jalak, tidak takut dan malah mendekati tangan sang pemilik. Bahkan, Crismo melompat-lompat di jemari Supriyono yang digerak-gerakkan untuk menggoda si jalak.

Di antara jemari itulah, sayap Crismo dibentangkan. Mirip burung berlatih terbang. Sesekali kicaunya ngriwik. Entah sebal atau senang dengan digoda begitu. ”Biar mentalnya kuat, nggak gampang takut,” jelas pria tiga anak itu.

Trik lain yang dia pakai agar si jalak makin kuat adalah ketika mengajak mandi. Biasanya, Supriyono menyiram si burung dengan gayung dari atas sangkar. Siraman tersebut mulanya membuat jalak kaget. Namun, kalau sudah terbiasa, jalak malah terlihat senang.




---

TENTANG JALAK SUREN

  • Habitat di area terbuka, perbukitan, dan hutan hingga ketinggian 700 meter.

  • Hidup dengan berkelompok kecil.

  • Pemakan serangga, buah, dan biji-bijian.

  • Tinggal di lubang pohon dan pohon-pohon besar.

  • Spesies jalak suren gracupica contra contra (jalak suren India), gracupica contra superciliaris (jalak suren Yunan), dan gracupica contra jalla (jalak suren Jawa).


KARAKTER BURUNG

  • Burung dengan mental kuat.

  • Dikenal memiliki kepekaan tinggi terhadap orang baru yang ditemui.

  • Mampu meniru suara burung lain (mimikri).


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=AlGtEtbhXEg



Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore