
ASLI INDONESIA: Rotundum merupakan aglaonema yang hidup di kaki Gunung Leuser. Bunga jenis ini menjadi induk persilangan. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Di tengah pandemi, aglaonema menjadi salah satu bintang di dunia tanaman hias. Banyak warga yang memburunya karena corak daunnya yang indah dan motifnya yang bervariasi. Tak heran jika harga jual aglaonema melejit. Dari puluhan ribu rupiah, sekarang bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
---
RAMLI Hasibuan sudah lama berkecimpung di dunia tanaman hias. Sejak 2002, warga Desa Masangan, Sukodono, itu menanam beragam jenis tumbuhan. Terutama aglaonema. Tak heran, kebun di dekat pintu masuk Puspa Agro, Kecamatan Taman, miliknya terdapat puluhan jenis aglaonema.
”Yang ini cukup langka. Namanya Aglaonema commutatum variegata,” jelas Ilham Saridinsyah, anak laki-laki Ramli, saat dikunjungi Kamis lalu (22/10).
Dia melanjutkan, motif dedaunnya loreng hijau. Jika tanaman hias tersebut ditaruh dalam ruangan, orang yang memandangnya akan terasa sejuk.
Belum lagi faktor kelangkaan yang dimiliki Aglaonema commutatum variegata. Sebagian daunnya berwarna putih. Hal itu membuatnya semakin indah dan penuh pesona. ”Pada 8–11 Oktober lalu, saya ikut bursa tanaman hias di Mal Cito, Surabaya. Dan, aglaonema jenis ini menjadi juara satu kontes tanaman hias,” tuturnya.
Ilham menyebutkan, harga aglaonema jenis commutatum terbilang mahal. Belum lagi yang termasuk variegata. Tentu lebih menguras dompet. Harga jualnya dihitung berdasar jumlah daun. ”Per daun Rp 400.000–Rp 500.000. Usia tanaman sudah 2,5 tahun,” jelasnya.
Photo
PESONA SRI REZEKI: Aglaonema commutatum variegata menjadi andalan ketika konteks. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Ramli melanjutkan, kepopuleran aglaonema bukanlah kali pertama. Tanaman yang juga disebut Sri Rezeki itu pernah memenangkan kontes tanaman hias internasional yang diselenggarakan di Belanda pada 2002. Varietasnya bernama Pride of Sumatera. ”Varietas ini kebanggaan Indonesia,” ujarnya.
Pride of Sumatera, jelas dia, merupakan tanaman hias hasil persilangan dari aglaonema jenis rotundum dan commutatum. Rotundum sendiri termasuk tumbuhan endemis di bawah kaki Gunung Leuser, Sumatera Utara.
Semenjak itu, aglaonema menjadi tren di kalangan pencinta tanaman hias. Namun, sekitar 2008, aglaonema sempat surut. Awal 2019 saja, harga penjualan Pride of Sumatera hanya Rp 40.000–Rp 70.000. Tahun ini, nilai jualnya kian melonjak hingga Rp 600.000.
Kok bisa begitu? Menurut Ramli, gara-gara pandemi, masyarakat jadi beraktivitas penuh dari rumah. Kegiatan yang bersifat keramaian ditiadakan. Akibatnya, kesibukan orang mulai beralih ke tanaman hias. ”Aglaonema mudah perawatannya. Bisa jadi tanaman indoor yang bagus untuk menetralkan udara kotor,” jelasnya.
Baca juga:
Photo
PESONA SRI REZEKI: Aneka jenis aglaonema menjadi koleksi Ramli. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
CARA PERAWATAN AGLAONEMA

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
