alexametrics

Bertanam Markisa Jumbo, Buah Langka Asal Amerika

Kiat Sukses Menanam: Sabar…
25 Oktober 2020, 20:03:38 WIB

Sudah lama Lia Marliani Zamila menekuni hobi berkebun di rumah. Jangankan pekarangan, dinding rumah pun dia pakai untuk menanam. Apa saja yang bisa menambah rumahnya lebih hijau, dia tanam. Sayur, buah, bunga. Yang belakangan jadi primadona adalah markisa jumbo atau giant markisa.

YA, di kebun Lia, buah tersebut bisa tumbuh sampai sebesar pepaya. Bahkan tidak jarang lebih. Lia bercerita, sebenarnya markisa tidak termasuk buah yang dia tanam di rumah. Tahun lalu pohonnya tiba-tiba tumbuh. Entah bibit atau biji dari mana. Lia pun tidak tahu. ”Markisa itu tumbuh sendiri,” kata dia kepada Jawa Pos.

Karena senang berkebun, markisa ”liar’’ itu dia biarkan sampai besar. Bagi Lia, buah tersebut punya nilai sejarah. Bisa membawa dirinya bernostalgia ke masa kecil. ”Terakhir makan markisa waktu saya masih SD,” imbuhnya.

Itu pun bukan markisa jumbo. Markisa biasa yang ukurannya jauh lebih kecil. Siapa sangka, yang tumbuh begitu saja di pekarangan rumahnya merupakan markisa langka.

TIDAK MANJA: Markisa jumbo ini bisa ditanam di mana saja, tidak bergantung cuaca dan iklim. Asal disiram rutin dan dipupuk. (LIA MARLIANI ZAMILA FOR JAWA POS)

Berdasar sumber bacaan yang diperoleh Lia, markisa itu berasal dari Amerika Serikat. Hal tersebut membuat Lia semakin terheran-heran. Kini Lia mengerti pohon markisa yang tumbuh di pekarangan rumahnya adalah rezeki. Bukan cuma untuk dirinya, melainkan untuk semua orang yang tertarik menanam.

Ya, sejak pohon markisa itu tumbuh dan berbuah, banyak yang ikut terheran-heran. Sebab, ukurannya luar biasa besar. Bentuknya juga unik-unik. ”Kalau pertama lihat, suka ada yang tersenyum simpul,” candanya.

Mendapat rezeki markisa jumbo, Lia pun membagikan kebahagiaan itu kepada teman-temannya di jagat maya. Setiap mengunggah markisa jumbo, ribuan likes datang. Disusul deretan pesan.

Baca juga:

Ada yang bertanya ini dan itu soal markisa jumbo. Banyak pula yang tidak segan meminta benih atau biji. Sejak pohon markisa jumbo pertama muncul di pekarangan rumahnya, Lia sudah punya dua pohon serupa yang dia tanam sendiri. Sesuai permintaan banyak temannya di media sosial, benihnya dia bagikan. Cuma-cuma. Ongkos kirim pun dia tanggung.

Perempuan yang sehari-hari aktif mengajar ngaji dan mengelola TK BPP Annisa itu memang senang berbagi. Yang datang langsung ke rumahnya di Sumedang, Jawa Barat, pun dia ajari. Gratis juga. ”Saya kasih benih, biji-biji juga,” ucapnya. Belakangan, yang mengirim pesan dan meminta benih markisa jumbo berasal dari daerah-daerah di luar Jawa.

TIDAK MANJA: Markisa jumbo ini bisa ditanam di mana saja, tidak bergantung cuaca dan iklim. Asal disiram rutin dan dipupuk. (LIA MARLIANI ZAMILA FOR JAWA POS)

Karena tidak mungkin terus mengirim benih secara cuma-cuma, Lia memutuskan menjual benih tersebut. Namun, hasil penjualannya disumbangkan ke TK yang dia kelola. Banyak yang bertanya bagaimana supaya markisa jumbonya tumbuh subur.

Lia mengatakan,”Sabar.” Menanam markisa jumbo memang harus sabar. Bila menanam dari bibit, dibutuhkan satu tahun sampai pohonnya tumbuh besar dan berbuah. Setelah berbuah sekali, Lia menyebutkan, markisa jumbo akan terus tumbuh. ”Dipetik tumbuh, dipanen tumbuh lagi. Nggak berhenti-berhenti,” tambah dia. Meski demikian, kunci sabar tadi wajib dipahami.

Urusan cuaca, iklim, dan tempat, Lia menyebutkan bahwa markisa jumbo bukan tanaman manja. Malah cenderung adaptif. Bisa ditanam di mana saja. Bila ditanam di tanah tanpa pot, cukup disiram rutin. Tentu sesekali dipupuk supaya lebih sehat. Kemudian, biarkan pohonnya tumbuh. Selama punya markisa jumbo di kebunnya, ukuran markisa jumbo yang dipanen rata-rata sebesar pepaya. ”Pernah lebih besar dari pepaya,” kata dia.

Setiap berbuah, Lia senang bukan main. Markisa jumbo juga sering dia bagikan kepada tetangga. Selain itu, Lia punya program khusus untuk anak-anak didiknya di TK. Mereka diajak berkebun! ”Dari semai, rawat, sampai panen dan dimasak. Mereka makan sendiri hasil berkebunnya,” kata dia. Bagi Lia, itu penting. Harapannya, anak-anak senang berkebun sejak dini.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/c6/git



Close Ads