
Burung Wamby. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Orang menyebutnya wambi, juga wambie, atau hwamei. Yang terakhir itu panggilan dari negeri asalnya, Tiongkok. Nama tersebut diambil dari ciri khusus burung itu. Alis yang dicat. Warnanya putih. Melingkar di sekitar mata dan merembet ke belakang. Tidak hanya menawan secara fisik, wambi juga dikenal sebagai burung nggacor.
---
Tak mau berhenti. Melompat dari ujung sangkar satu ke ujung lain seperti orang kegirangan. Itulah Tobi, burung hwamei jantan milik Eddy Johan. Pagi itu, Tobi seperti sedang olahraga. Melompat-lompat di kandang tenggaran sepanjang 2 meter.
Selang 20 menit, dia pindah ke sangkar keramba. Yang di dasarnya berisi air. Tobi mandi. Kecipak air membasahi bulu berwarna merah kecokelatan miliknya. Setelah mandi, Tobi diajak pindah kandang gantung.
Proses pemindahannya tampak mudah. Tinggal pintu antarkandang dimepetkan. Lalu, buka kedua pintu. Dan happ... Tobi pun langsung menclok ke sangkar gantung. Lalu, dijemur di depan rumah.
Saat dijemur itulah, Tobi pamer kicauannya. Dipancing beberapa jenis burung milik Jojo, sapaan akrab Eddy Johan, yang siang itu nangkring di selasar rumah, burung hwamei berusia 2 tahun itu tak mau kalah.
Dengan suara lantang dan dada membusung, kicau Tobi makin kencang, ngerol panjang. Ocehannya makin bervariasi ketika seekor hwamei betina disandingkan di samping sangkar. Sebagai pejantan, berahinya keluar.
Kicau keras, bervariasi, dan panjang memang jadi daya pikat burung bernama Latin Garrulax canorus itu. ”Kicau Tobi bahkan bisa sampai dua menitan,” ucap Jojo di rumahnya di kawasan Petemon, Surabaya.
Suara panjang itulah yang membuatnya kesengsem pada wambi sejak awal 2000.
Karakter suara itu juga cocok dengan sifat wambi sebagai burung petarung. Wambi langsung bereaksi ketika berpapasan dengan pejantan lain. Jiwa petarung wambi yang kuat itu bahkan membuatnya jadi burung aduan di daerah asalnya, Tiongkok dan Vietnam.
Ya, di sana selain jadi burung kicau, wambi juga jadi bahan aduan. Dalam arti sesungguhnya. Wambi diadu fisik. Mirip adu ayam jago. Lihat saja videonya di YouTube. Salah satunya diunggah Associated Press lima tahun lalu. Lokasinya di Vietnam.
Terlihat dua burung dalam dua sangkar dimepetkan. Pintu kandang dibuka saling menghadap dan bertemu. Awalnya, burung saling berkicau, lalu panas-panasan. Sejurus kemudian, bertemu fisik dan saling baku tendang. Cakar-cakaran.
”Tapi, di sini ndak ada aduan seperti itu. Bisa rugi pemiliknya,” ucap Jojo, lantas tertawa.
Photo
BURUNG FIGHTER: Setelah dimandikan, wambi cukup senang dijemur dalam kandang gantung. Ocehannya yang keras memanjakan telinga. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Jojo mencontohkan seekor wambi betina miliknya. Yang saat ini masih sering kaget ketika ada suara motor kencang lewat depan rumah. Sebab, saat dibeli dulu, wambi miliknya dibawa dengan menggunakan motor. ”Mungkin stres di perjalanan,” terang pria asal Jakarta itu.
Wambi jantan juga begitu. Yang trauma dengan dirinya karena waktu mabung (ganti bulu), Jojo memasukkan tangannya ke kandang ketika memberi makan. Sejak itu, wambi miliknya nguncir. Bulu kepala bagian atas berdiri ketika bertemu dengan Jojo. Pertanda burung takut.
Kalau sudah begitu, dia biasanya menitipkan kepada sahabatnya. Sesama pencinta wambi. Wambi miliknya dirawat sementara oleh sang sahabat selama dua bulan. Praktis Jojo tidak bertemu sama sekali dengan wambi miliknya. ”Setelah hilang traumanya, ketemu saya lagi mau,” ucapnya.
Untuk menghindari berbagai masalah tersebut, pria yang tergabung dalam Komunitas Wambi Surabaya (Zoombie) itu punya berbagai tip yang bisa dicontoh. Salah satu yang paling penting dalam merawat wambi adalah menjinakkan dan membuatnya merasa nyaman. Ada chemistry. Antara burung dan pemilik.
Ada beberapa upaya untuk menjinakkan wambi. Salah satunya menempatkannya di kandang berukuran kecil, 30 x 30 sentimeter. Tujuannya, burung tidak banyak gerak. Burung juga rutin dimandikan. Jojo biasanya memandikan burung piaraannya sehari dua kali. Pagi dan sore.
Saat membeli, upayakan sepasang. Jantan dan betina. Tujuannya, pejantan bisa lebih berahi. Juga sedikit tenang. Upaya itu akan membuat burung mudah jinak.
Tidak hanya itu, burung juga harus sering diajak berinteraksi. Jojo biasanya menaruh burung di tanah setelah mandi agar terbiasa melihat banyak orang. Burung pun tidak mudah stres dengan lingkungan ramai.
Layaknya manusia, burung juga sering diajak ngobrol. Istilahnya, burung dikudang. Dengan siulan-siulan pancingan. Bahkan agar akrab, Jojo sering mengajak burungnya nonton televisi bersama keluarga. Meski Jojo sendiri tidak tahu acara favorit wambi miliknya. Hehehe...
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=H_IQnRYbOwY
