
BERGANTUNG PERFORMA: Meski bentuknya kecil, harga pleci bisa fantastis. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tubuhnya kecil. Matanya bulat seperti berkacamata. Sekilas terlihat burung biasa. Bahkan, burung itu bukan kategori fighter. Keberaniannya pun harus selalu dilatih. Lewat cara yang beragam. Mulai rajin dibawa ke arena lomba hingga sering dipertemukan dengan burung lainnya.
Cara melatih keberanian burung pleci kerap disebut dengan koloni. Yakni, membawa burung keluar rumah. Mulai diajak lomba, nongkrong, hingga dikenalkan ke sesama pleci. Mirip manusia, butuh sosialisasi. Semakin lama di rumah, jangan harap pleci pandai berkicau.
Menumbuhkan rasa berani pleci bisa dibilang gampang-gampang susah. Itu bergantung pada pemiliknya. Sebab, perawatannya perlu intensif. Ketika burung sudah berani, tinggal menunggu saja. Si mungil pasti pandai berkicau. Meskipun cara dan nadanya berbeda-beda. ”Terpulang kepada yang punya,” kata Hexa, salah seorang penghobi pleci di Surabaya.
Ada beberapa hal yang diperhatikan selama perawatan. Pertama, mengasah keberaniannya. Namun, yang tak kalah penting adalah makanannya. Pleci tergolong burung rakus. Segala macam jenis buah dimakan. Mulai timun, pepaya, jeruk, pisang, hingga semangka.
Bahkan, pisang dibutuhkan saat berahi pleci ngedrop. Adapun pemberian timun dan pepaya kerap membuat berahi menurun.
Berahi pleci sangat berdampak pada performanya. Sebab, pleci akan berubah menjadi burung fighter. Burung akan menjadi agresif dan terus-menerus berkicau. Meski demikian, ada kalanya berahinya harus diatur. Terutama setelah lomba berakhir. Karena jika terus-menerus, justru bisa berdampak buruk. Yakni, banyak bulunya yang hilang. Otomatis mengurangi estetika jika dilihat dewan juri.
Menurut Hexa, ketika burung sedang naik berahi, Tingkahnya di dalam sangkar akan agresif. Hal itu membuat bulunya kerap tersangkut. ”Kalau seperti ini, perlu diredam,” ucapnya.
Photo
BIAR HANGAT: Tiap hari setidaknya pleci harus dua jam dijemur. Biasanya pukul 08.00−10.00. (DIpta Wahyu/Jawa Pos)
Sebab, jika salah merawat, pleci bisa mati. Biasanya, yang terserang adalah bagian kakinya. Mirip lumpuh. Jika seperti itu, usianya tidak akan lama lagi.
Untuk mengantisipasinya, lebih baik sangkar ditutup kain tebal. Harapannya bisa membuat tubuh pleci hangat. Menurut Andre Dewantara, penyakit tersebut memang sulit diketahui. Sebab, burung tiba-tiba malas gerak, lemas, dan lumpuh. ”Ini yang dikhawatirkan pencinta pleci,” ucapnya.
Menurut Andre, sehari setidaknya pleci harus dua jam dijemur. Biasanya pukul 08.00−10.00. Nah, ada beberapa faktor yang membuat penampilan pleci oke. Misalnya, umur dan cara melatih nada sebelum bertanding. Semakin usianya matang, kicauannya kian ganas. Tapi, semua itu kembali pada perwatan keseharian burung tersebut.
Meski bentuknya kecil, harga pleci bisa fantastis. Mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Semua bergantung pada performa burung saat di perlombaan. Jadi, secara tak langsung kemenangan dalam lomba berpengaruh pada harga jual. Hanya, tidak semua pemilik mau melepasnya begitu saja. (omy/c6/git)
CARA MELATIH KICAU PLECI

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
