
Photo
JawaPos.com – Kabar palsu mengenai aparat kepolisian yang beredar melalui pesan berantai belum ada habisnya. Malah, informasi salah yang sudah pernah muncul masih kerap diolah dan disebarkan kembali. Salah satunya, soal kabar adanya polisi desersi yang suka menjebak orang dengan kasus narkotika.
Informasi itu umumnya disebar melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau diunggah melalui Facebook. Inti dari informasi itu adalah, meminta orang-orang untuk waspada ketika ada polisi yang hendak masuk ke rumah seenaknya. Sebenarnya, maksud untuk mengajak waspada adalah baik. Namun, menjadi tidak tepat ketika disisipi informasi bohong.
Informasi yang terdapat dalam broadcast itu adalah:
Bagi orang2 yang di rumah. Kejadian di Kemang Pratama. Info dari kawan di Bekasi Selatan.
Beritanya :hoax
Kemarin jam 15.29 wib. Saya dibuat shock sampai dengkul lemes. Tiba-tiba kedatangan tamu 2 orang. Mengaku dari Reserse Bareskrim Unit Narkoba untuk menggeledah rumah, katanya dapat Info dari Informan bahwa saya memproduksi bahan/menyimpan barang berbahaya.
Bersyukur tidak terkena Panic Attack walaupun lemes, mereka maksa mau masuk ke rumah. Untung ada suami dan panggil satpam. Sama satpam tetep tidak diperbolehkan masuk. Mereka kesal karena ini tugas katanya. Saya tetep ngotot tdk boleh msk rmh karena saya curiga ini Modus. Untung suami dan satpam tegas, tetep tidak boleh ada penggeledahan, suami telp. saudara yg tentara.
Akhirnya mereka pamit. Aku barusan telp temen yg bagian reskrim. Katanya banyak polisi polisi disersi (Polisi yg di pecat) yang modusnya begini, menjebak dengan menaruh Narkoba. Hati-hati yaa Ibu-Ibu. Sumber Informasi ini dari Ibu Lina Ismanuyono. Daerah Kemang Pratama. Oh Mohon hati2 dan waspada ya teman2 kalau ada tamu yang modus ingin Mengeledah atau apapun mau nya (tanpa identitas lengkap dan valid) jangan disuruh masuk dulu kalau nggak kenal.
Sumber Informasi ini dari Ibu Lina Ismanuyono, Daerah Kemang Pratama. Oh Mohon hati2 dan waspada ya teman2 kalau ada tamu yang modus ingin Mengeledah atau apapun mau nya (tanpa identitas lengkap dan valid) jangan disuruh masuk dulu kalau nggak kenal.
Boleh di SHARE supaya tidak ada teman & keluarga yg tertipu. INGAT,Harus ada Surat Tugas Resmi untuk geledah. Panggil RT, kepala Dusun atau Kepala lingkungan untuk mendampingi dan izin mereka.
Broadcast berisi informasi tidak benar itu memang daur ulang. Jika ditelusuri, pada 2015 informasi itu sudah beredar seperti di Google Groups Hallo Pim. Pada 2016, informasi yang mencatut nama Lina Ismanuyono itu sudah muncul forum warungkopi.okezone.com.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto saat dihubungi JawaPos.com juga membenarkan soal daur ulang hoax itu. Katanya, informasi yang tidak benar itu kembali muncul beberapa hari ini. Lantaran isi informasinya tidak benar, maka kejadian yang menimpa Lina Ismanuyono juga tidak ada.
’’Asli hoax. Ini hoax sudah pernah keluar. Sekarang keluar lagi,’’’ kata Kombes Indarto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
