
Photo
VIDEO yang dibagikan akun Facebook Syuja Haidar 9 April 2020 bisa dikategorikan hoax bernuansa SARA. Tampak dalam video itu, beberapa orang membuang patung Hindu ke sungai dengan backsound suara orang melantunkan ayat Alquran. Keterangan yang menyertai video itu juga sangat proaktif.
”Hindu melemparkan patung buatan mereka ke laut karena apa yang mereka lakukan tidak dapat membela mereka dari virus corona. Maha Suci Allah, Tuhan Maha Kuasa,” tulis Syuja Haidar pada 9 April 2020 (bit.ly/DibuangKeLaut).
Di YouTube, kanal Mencari Kebenaran mengunggah video serupa pada Sabtu (11/4). Narasi yang ditulis di kolom keterangan bahkan lebih provokatif. Disebutkan bahwa penganut Hindu di India tak percaya lagi pada patung-patung yang mereka sembah karena tak dapat menyembuhkan penyakit Covid-19. ”Mereka buat keputusan buang patong2 ke sungai,” tulis kanal tersebut.
Video berdurasi 5 menit 30 detik itu memperlihatkan sebuah truk terbuka dengan beberapa patung dewa di atasnya berhenti di sebuah jembatan. Selanjutnya, sejumlah orang naik ke truk dan membuang patung-patung tersebut ke sungai.
Saat ditelusuri dengan situs YouTube DataViewer, video serupa ternyata ada sejak lima tahun lalu. Artinya, peristiwa membuang patung itu tak terkait dengan pandemi Covid-19. Kanal Curious For mengunggahnya pada 29 September 2015 dengan judul Shocking: Ganpati Idols Dumped in Sewage River after Festival.
Di kolom keterangan tertulis narasi bernuansa kritik. Disebutkan bahwa Lord Ganpati Idols sedang tenggelam di sungai yang kotor dengan cara yang tidak sesuai estetika.
Membuang patung Ganesha ke sungai merupakan rangkaian akhir Festival Ganesh Chaturthi di India. Portal berita Reuters pernah mengulas festival tersebut dari sisi yang berbeda. Judulnya, “Toxic” Indian Festivals Poison Waterways. Ulasan yang terbit pada 18 Agustus 2008 itu menyebutkan, bahan kimia dari patung-patung yang terbenam di sungai dan danau di seluruh India tersebut mengakibatkan pencemaran. Yakni dapat membunuh ikan dan mencemari tanaman pangan lainnya.
Patung yang dicat dan dihias itu disembah terlebih dahulu sebelum prosesi masal ke sungai, danau, dan laut, tempat mereka dibenamkan. Pemerhati lingkungan Shyam Asolekar mengatakan, patung-patung itu sering dibuat dari bahan yang tidak dapat diurai secara alamiah. Contohnya, plastik, semen, dan plester paris. Patung-patung tersebut kemudian dicat dengan pewarna beracun.
”Setelah patung-patung itu tenggelam, racun-racun tersebut mencemari tanaman pangan. Itu terjadi ketika penduduk menggunakan air yang tercemar untuk irigasi,” kata Shyam Asolekar, kepala sains dan teknik di Institut Teknologi India di Mumbai. Selengkapnya Anda dapat membacanya di bit.ly/SungaiTercemarLimbah.
FAKTA
Video tentang umat Hindu India yang membuang patung Ganesha ke sungai tidak terkait dengan Covid-19. Video itu direkam pada 2015 dan merupakan rangkaian akhir Festival Ganesh Chaturthi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
