Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2020 | 19.48 WIB

Hoaks Mayat Terpapar Covid-19 Dibuang ke Laut

DALAM PEMERIKSAAN: Penyidik meminta keterangan KR di Markas Polda Kaltim tadi malam (30/1).POLDA KALTIM UNTUK KALTIM POST - Image

DALAM PEMERIKSAAN: Penyidik meminta keterangan KR di Markas Polda Kaltim tadi malam (30/1).POLDA KALTIM UNTUK KALTIM POST

KABAR bahwa sejumlah negara membuang jenazah yang terpapar Covid-19 ke laut menyebar cepat melalui aplikasi WhatsApp kemarin. Informasi dalam bahasa Inggris itu dilengkapi video mayat orang-orang kulit hitam yang tergeletak di pantai.

”Some countries throw covid 19 infected dead bodies into the seas. Advice to stop eating seafood. the world is really coming to an end. god, please intervene.” Begitu kabar yang menyebar kemarin. Di YouTube, video serupa diunggah kanal Randy Macarial dengan menyebut lokasi pantai di Filipina.

Saat ditelusuri menggunakan situs YouTube DataViewer, video yang sama pernah diunggah kanal Godspower Oshodin pada Juni 2019. Unggahan itu sekaligus mematahkan klaim bahwa mayat-mayat di pantai tersebut adalah korban pandemi Covid-19. Sebab, penyakit yang disebabkan virus mematikan itu baru ditemukan kali pertama pada Desember 2019.

Kanal YouTube Godspower Oshodin menyebut rekaman itu sebagai bukti banyak imigran Afrika yang ingin menyeberang ke daratan Eropa. ”Jumlah orang Afrika kulit hitam yang mati di laut melampaui mereka yang meninggal selama era perdagangan budak yang terkenal di abad ke-19,” bunyi keterangan kanal tersebut. Anda bisa melihatnya di bit.ly/JenazahParaImigran.

Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada 2014. Portal berita Daily Mail pernah memuat foto tentang kejadian yang sama pada 26 Agustus 2014. Disebutkan, mayat imigran asal Afrika itu ditemukan tersapu ke arah pantai, 30 mil sebelah timur Tripoli. Hampir 200 imigran diduga tenggelam setelah berupaya menyeberang ke daratan Eropa dengan sebuah kapal kecil.

Seorang juru bicara penjaga pantai Libya Abdellatif Mohammed Ibrahim mengatakan, beberapa mil dari lepas pantai telah ditemukan sisa-sisa kapal kayu yang membawa sekitar 200 imigran. ”Kami berhasil menyelamatkan 16 orang dan menemukan 15 mayat. Tetapi, pencarian berlanjut untuk sekitar 170 orang yang hilang di laut,” jelasnya.

Situs pencari fakta pesacheck.org juga menuliskan klarifikasi atas informasi yang mengklaim bahwa mayat tersebut merupakan korban Covid-19. Ulasan yang terbit pada 16 April 2020 itu menyebutkan, video itu merupakan rekaman peristiwa di pantai Libya. Puluhan jenazah imigran Afrika dievakuasi ke darat dari kapal karam pada 2014. Anda bisa membacanya di bit.ly/KapalKaramImigran.

FAKTA

Video puluhan jenazah warga Afrika terdampar di pantai direkam di Libya pada 2014. Mereka adalah imigran korban kapal tenggelam. Bukan orang yang dibuang karena terpapar Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=8Y4CaUASVPM

https://www.youtube.com/watch?v=LCNwf2BEMfA

https://www.youtube.com/watch?v=BUgKwymoGHc

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore