alexametrics

Aneka Hoax Pengerahan Massa Terkait People Power

Pakai Foto Suku Dayak, Baduy, dan Warga Tasik
21 Mei 2019, 10:24:41 WIB

JawaPos.com – Isu tentang rencana people power menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 mulai dibumbui kabar hoax. Sejumlah pesan menyebutkan bahwa beberapa kelompok massa telah berangkat ke Jakarta menuju kantor KPU. Ada yang hendak melindungi KPU dari ancaman people power, ada juga yang hendak menolak hasil penghitungan suara pilpres dengan alasan banyak terjadi kecurangan.

Jawa Pos menemukan tiga pesan berbeda tentang rencana people power yang disertai foto kerumunan orang. Salah satunya di-posting akun Facebook Ahmad Sudrajat (fb.com/ahmad.sudrajat.33046). Dia menyebutkan bahwa masyarakat dari suku Dayak telah bersiap ke Jakarta untuk melindungi KPU.

Sore Tadi Para Dayak Berbondong2 Ke Jakarta. Demi KPU Mereka Berbondong2 Untuk Ikut Menjaga KPU Dan Siap Melawan People Power. Puluhan Ribu Suku Dayak Mereka Antusias Berbondong2 Untuk Melawan FPI Yang Akan Bikin Rusuh NKRI Tercinta,” tulisnya. Sudrajat juga mengunggah beberapa foto laki-laki memakai atribut serbamerah.

Foto itu merupakan screenshot dari sebuah video. Hasil penelusuran Jawa Pos, tangkapan layar tersebut berasal dari video yang pernah diunggah channel YouTube GMC Bertus pada 20 Mei 2017. Sudrajat men-capture adegan pada menit 1:17, kemudian menyebarkannya sebagai aktivitas warga Dayak yang berangkat ke Jakarta.

Faktanya, video itu diambil dari acara Gawai Dayak ke-32 pada Mei 2017. Tidak ada kaitannya dengan isu people power 22 Mei mendatang. Sebagaimana diberitakan Pontianakpost.co.id (Jawa Pos Group), Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Ke-32 Kartius mengatakan bahwa Gawai Dayak 2017 sangat spektakuler. Acara itu bahkan dikunjungi tamu dari Malaysia, Taiwan, Australia, hingga Polandia.

“Bahkan ada dari suku Indian di Amerika yang tadi nyanyi mengisi acara ini. Tahun ini luar biasa, bahkan tiga hotel di Pontianak ini penuh,” katanya. Anda dapat mengakses berita itu di bit.ly/GawaiDayak32.

Pesan lainnya tentang people power menggunakan foto masyarakat suku Baduy Luar. Pesan itu diunggah akun Facebook Ratu Balqis (fb.com/airtahu0008). Dia membagikan ulang unggahan milik Waras Pamungkas (fb.com/profile.php?id=10000­9877627375).

hoax people power-2
Hoax people power. Gambar ini bukan terkait people power tapi berkumpulnya Suku Baduy itu dalam acara adat Seba 2019


SUKU BADUY LUAR BANTEN DENGAN SEGALA ILMU KANURAGANNYA SIAP BERGERAK KE JAKARTA BELA KEBENARAN DAN HANCURKAN KECURANGAN REZIM,” tulis Waras pada 18 Mei 2019.

Faktanya, foto itu sama sekali tidak berkaitan dengan rencana people power 22 Mei mendatang. Warga suku Baduy tersebut berkumpul dalam acara Adat Seba 2019. Radarbanten.co.id (Jawa Pos Group) memberitakan peristiwa itu pada 6 Mei 2019 dengan judul, Baduy Minta Dibuatkan Perda tentang Desa Kanekes sebagai Desa Adat.

Acara itu diselenggarakan di Museum Negeri Banten, Kota Serang. Saat itu, masyarakat Baduy meminta Gubernur Wahidin Halim membuat perda tentang desa adat. “Kami harap ada payung hukum terkait desa adat. Kami mohon Desa Kanekes diperdakan,” ujar Saidi Putra, jaro tanggungan, di hadapan gubernur. Anda dapat mengakses beritanya di bit.ly/AdatSebaBaduy.

Ada juga hoax tentang people power yang menggunakan video warga Tasikmalaya yang bergerak menuju Jakarta dengan berjalan kaki. Video itu di-posting akun Facebook Irman (fb.com/profile.php?id=100013888310212). “GERAKAN DAULAT RAKYAT JALAN KAKI KE JAKARTA DEMO 22 MEI KPU,” tulisnya pada 19 Mei 2019.

hoax people power-3
Hoax people power. Gambar ini bukan terkait people power tapi gambar lawas terkait aksi jalan kaki menuju Jakarta untuk mengikuti kegiatan 212

 

Padahal, video dengan durasi sekitar satu menit itu bukan barang baru dan tidak ada kaitannya dengan rencana aksi 22 Mei 2019. Video tersebut pernah diunggah channel YouTube Markas Alumni 212 pada 28 November 2018. Channel itu menyebut bahwa jalan kaki warga dilakukan dalam rangka Reuni 212. Mereka berjalan dari Tasikmalaya menuju Jakarta. Anda dapat melihat video itu di bit.ly/PesertaReuniTasik.

FAKTA GAMBAR 1:
Foto tentang warga Dayak yang disebut bergerak ke Jakarta untuk melindungi KPU adalah hoax. Foto itu di-capture dari video acara Gawai Dayak ke-32 pada Mei 2017.

FAKTA GAMBAR 2:
Foto masyarakat adat suku Baduy yang bersiap ke Jakarta untuk memprotes kecurangan pemilu juga hoax. Foto itu diambil saat acara Adat Seba Baduy 2019 di Museum Negeri Banten, Kota Serang.

FAKTA GAMBAR 3:
Video masyarakat Tasikmalaya yang berjalan kaki menuju Jakarta merupakan rekaman peristiwa jelang Reuni 212 pada November 2018.

Editor : Gunawan Sutanto

Reporter : (zam/c17/fat)