
BERITA BOHONG: Selama 7 bulan terakhir Kemenkominfo sudah mengidentifikasi berita hoax sebanyak 771. Dari jumlah tersebut 181 diantaranya berita hoax berkaitan dengan politik.
JawaPos.com - Pembuat hoax yang satu ini berusaha membuat rangkaian kisah menggunakan kolase tiga video dan sebuah foto. Dua video tentang penangkapan seorang pria oleh petugas kepolisian Hongkong, satu video pengibaran bendera Bintang Kejora, dan satu foto kartu identitas pers. Kolase itu kemudian diberi narasi bahwa orang yang mengibarkan bendera Bintang Kejora di Pegunungan Papua akhirnya ditangkap di Hongkong.
Kabar itu diunggah pemilik akun Facebook MANTAN Bojomu (fb.com/angel.smaker.71) pada 4 September 2019. "Ternyata orang2 CIA. tidak Ada habis Nya mengacaukan negara lain. Foto Press di Hongkong=Orang yg mengibarkan bendera Bintang Kejora di'gunung Papua. (Video pertama). akhirnya ditangkap Polisi Hongkong," tulis akun tersebut.
Setelah ditelusuri satu per satu, ternyata banyak kejanggalan dalam narasi yang mengiringi kolase video dan foto itu. Misalnya, video pengibaran bendera Bintang Kejora di pegunungan. Hasil penelusuran menggunakan YouTube DataViewer menemukan video yang sama diunggah kanal Free West Papua Campaign pada 23 Februari 2018. Organisasi sukarela yang dibentuk pada 2004 di Oxford itu memberi judul Climb for West Papua.
Dikisahkan, Jake Toivonen, seorang manajer hotel di Sydney, memiliki ketakutan terbesar pada ketinggian. Dia lantas membayangkan besarnya ketakutan itu setara dengan yang dirasakan warga Papua Barat, namun dialami dalam kehidupan sehari-hari. Jake Toivonen menaklukkan rasa takut dengan memanjat tebing Blue Mountains di New South Wales, Australia, sebagai solidaritas terhadap warga Papua Barat. Di ketinggian tebing, Jake mengibarkan bendera bintang kejora. Anda dapat melihat videonya di bit.ly/SolidaritasWestPapua.
Jake Toivonen ternyata tidak ada hubungannya dengan video penangkapan pria kulit putih oleh kepolisian Hongkong. Theepochtimes.com memberitakan bahwa pria tersebut bernama Martin Svenningsen. Berita yang terbit pada 1 September 2019 itu diberi judul Chinese Media Spread Fake News That Western Man Arrested in Hong Kong Is CIA Agent.
Epoch Times juga menyebutkan tambahan identitas lain, yakni label Sveriges Radio di kartu pers yang ditemukan. Ketika ditelusuri, Sveriges Radio merupakan perusahaan penyiaran radio nasional yang beraktivitas di Swedia. Mengutip situs resmi sverigesradio.se, Svenningsen pernah menduduki posisi sebagai produser di P4 Extra di Stockholm. Artinya, dia bukan pengibar bendera bintang kejora di Papua ataupun di Australia.
FAKTA
Pengibar bendera Bintang Kejora dalam video yang diunggah akun Facebook MANTAN Bojomu bernama Jake Toivonen. Sementara itu, pria yang ditangkap polisi Hongkong bernama Martin Svenningsen.
https://youtu.be/st1lC0iMpD4
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
