
Petugas parkir mengatur kendaraan jemaah yang memadati kawasan Masjid Agung Sidoarjo sejak pagi hari. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah selalu menghadirkan cerita tersendiri, termasuk soal parkir di Masjid Agung Sidoarjo. Sejak dini hari Sabtu, (21/3/2026), kawasan ini sudah mulai dipadati jemaah yang ingin mendapatkan tempat parkir lebih dekat dan lega.
Fenomena datang lebih awal bukan tanpa alasan. Banyak jemaah memilih berangkat sebelum Subuh demi menghindari kepadatan yang biasanya memuncak menjelang pelaksanaan shalat Id.
Bambang, 52 tahun, selaku ketua koordinator parkir di kawasan tersebut, mengungkapkan pengelolaan parkir sudah menjadi bagian dari keluarganya sejak lama. Ia melanjutkan tradisi itu sejak 1994 dan kini bekerja di bawah pembinaan Dinas Perhubungan dengan perlengkapan resmi.
"Saya kan ketua koordinator sudah puluhan tahun dari keluarga saya. Bapak saya asli Magersari sini, dan saya meneruskan mulai dari 1994. Sebelum 1994 itu keluarga. Dari 1994 ini saya dibina dari Dishub, ikut Dishub, ikut PT, balik lagi ke Dishub. Sekarang ikut Dishub lagi dan kami dibekali rompi yang resmi dan atribut serta QRIS," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (21/3/2025).
Meski sudah dibekali sistem pembayaran modern, praktik di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Bambang mengakui penggunaan QRIS masih sulit diterapkan saat momen shalat Id karena jemaah lebih fokus beribadah.
"Nah, nanti kalau pakai QRIS ini kayaknya agak sulit, masalahnya orang shalat. Dan kita nariknya nggak narik sesuai karcis. Kita pemberiannya itu kompensasi. Seikhlasnyalah katakan, tapi rata-rata biasanya orang-orang kan mesti ngasihnya lebih. Jadi kita terima, itu rezeki kami," lanjutnya.
Sistem kompensasi sukarela menjadi solusi yang selama ini berjalan cukup efektif. Jemaah umumnya memberikan uang parkir dengan nominal lebih sebagai bentuk apresiasi atas layanan yang diberikan.
Dari sisi pengaturan, area parkir sudah disiapkan secara menyeluruh. Bambang memastikan kantong-kantong parkir telah tersebar dari pintu utama hingga ke sisi selatan kawasan masjid.
"Kalau ada shalat Id ini mulai dari pintu ini sampai ke selatan dan di sana ada titik-titik parkir kantong untuk roda dua dan roda empat. Jadi sudah ter-cover. Berarti ter-cover masing-masing. Kita tinggal briefing yang anak-anak baru saja. Jadi gitu," jelasnya.
Koordinasi menjadi kunci utama agar arus kendaraan tetap tertib. Petugas parkir bahkan sudah mendapatkan briefing khusus untuk memastikan penataan berjalan lancar di lapangan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
