Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Maret 2026, 01.35 WIB

Rekor Baru Mudik Lebaran 2026! Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Serbu Tol dalam Sehari, Tertinggi Sepanjang Sejarah

One way dari Tol Cipali ke Kalikangkung saat momen puncak arus mudik Lebaran, Rabu (18/3). (Dok. Jasa Marga) - Image

One way dari Tol Cipali ke Kalikangkung saat momen puncak arus mudik Lebaran, Rabu (18/3). (Dok. Jasa Marga)

JawaPos.com - Arus mudik Lebaran 2026 mencatat sejarah baru. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan lonjakan lalu lintas tertinggi sepanjang periode mudik di Indonesia, dengan total mencapai 270.315 kendaraan hanya dalam satu hari saat puncak arus mudik, Rabu (18/3).

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut angka tersebut melonjak signifikan, yakni naik 98,3 % dibandingkan kondisi normal dan meningkat 4,6 % dibandingkan puncak mudik Lebaran 2025.

Volume kendaraan itu merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), serta GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur).

Tak hanya itu, lonjakan juga terjadi pada arus menuju Tol Trans Jawa. Jasa Marga mencatat sebanyak 175.754 kendaraan melintas ke arah tersebut, meningkat 6% dibandingkan periode puncak mudik tahun lalu.

“Ini menjadi rekor tertinggi yang pernah kami layani, khususnya untuk arus menuju Trans Jawa,” ujar Rivan.

Meski volume kendaraan membludak, Jasa Marga memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali. Kepadatan memang sempat terjadi di ruas krusial seperti Jalan Layang MBZ dan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Namun, rekayasa lalu lintas dinilai efektif dalam mengurai kemacetan.

Pihak kepolisian bersama Jasa Marga menerapkan berbagai skema, mulai dari contraflow yang diperluas hingga tiga lajur, hingga pemberlakuan one way nasional dari KM 70 hingga KM 414.

“Volume kendaraan di dua ruas itu bahkan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya,” jelas Rivan.

Dengan skenario yang telah disiapkan, kemacetan ditargetkan terurai maksimal dalam waktu 12 jam. Hasilnya, pada Kamis (19/3) pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan kembali normal dengan kecepatan kendaraan yang stabil.

Ke depan, Jasa Marga mengklaim akan terus mengandalkan teknologi sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan (decision support system) untuk menentukan rekayasa lalu lintas secara real-time, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Di sisi lain, masyarakat diimbau mempersiapkan perjalanan arus balik dengan lebih matang. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran).

Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan diskon tarif tol yang berlaku pada 26–27 Maret 2026, serta menghindari waktu-waktu puncak untuk mengurangi kepadatan.

“Seperti saat mudik, kami mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan arus balik agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan lancar,” tutup Rivan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore