
Ilustrasi Jadwal Imsak dan Buka Puasa 27 Ramadhan untuk Kota Surakarta (Freepik)
JawaPos.com - Umat Muslim di Surakarta kembali menjalankan ibadah puasa pada hari ke-27 Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 17 Maret 2026.
Memasuki penghujung bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan dikenal sebagai waktu yang penuh keutamaan. Pada malam-malam ganjil di periode ini terdapat kemungkinan datangnya malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Oleh karena itu, mengetahui jadwal imsak, waktu sholat, serta waktu berbuka puasa menjadi sangat penting agar ibadah dapat dilakukan tepat waktu. Jadwal imsakiyah berikut dilansir dari laman resmi Bimas Islam milik Kementerian Agama Republik Indonesia.
Selasa, 17 Maret 2026 / 27 Ramadhan 1447 H
Waktu imsak menjadi tanda bahwa waktu sahur hampir berakhir. Setelah memasuki waktu Subuh, umat Muslim mulai menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa hingga waktu Maghrib tiba sebagai waktu berbuka puasa.
Perintah Puasa dalam Al-Qur’an
Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam. Perintah tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Dengan berpuasa, seorang Muslim belajar menahan hawa nafsu, menjaga perkataan, serta meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Keutamaan Orang yang Menjalankan Puasa
Selain menjadi kewajiban, puasa Ramadhan juga memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan mendatangkan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjaga kualitas puasanya dengan menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi pahala, seperti berkata kasar, berbohong, atau melakukan hal yang sia-sia.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat bertemu dengan Allah SWT kelak.
