
Abdul Muid Nawawi, dosen PTIQ Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah dan mengingat-Nya.
Dalam Islam, puasa mengajarkan umat muslim untuk mengendalikan diri sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Saat menjalankan puasa, seorang muslim dan muslimah dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan berdoa. Aktivitas ini membantu hati tetap tenang dan fokus pada tujuan ibadah.
Mengingat Allah atau berdzikir juga menjadi cara untuk menjaga lisan dan pikiran agar terhindar dari perkataan serta perbuatan yang sia-sia selama berpuasa.
Baca Juga:Deddy Corbuzier Sampaikan Peringatan Keras untuk Peramal yang Prediksi Kematian Vidi Aldiano
Puasa yang disertai dengan kesadaran untuk selalu mengingat Allah akan memberikan dampak besar bagi kehidupan spiritual seseorang.
Karena itu, puasa tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ritual semata, tapi juga sebagai momentum untuk memperkuat hubungan manusia dengan Allah.
Berikut kultum hari ini, Selasa (10/3) tentang dimensi lahiriyah dan bathiniyah puasa, dibawakan Abdul Muid Nawawi, Dosen PTIQ Jakarta.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pemirsa Jawa Pos yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pada kesempatan ini kita akan berbicara tentang puasa lahir dan puasa batin. Banyak yang bertanya, apakah benar ada yang disebut puasa lahir dan puasa batin?
Masalah ini pada dasarnya sering dibahas dalam dua disiplin ilmu yang berbeda. Ketika disebut puasa lahir, biasanya pembahasannya ada dalam kajian para ahli fikih.
Puasa lahir adalah puasa yang kita lakukan secara syariat, yaitu menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Adapun istilah puasa batin, lebih banyak dibahas dalam disiplin ilmu tasawuf. Dalam tasawuf dipahami bahwa setiap amal memiliki dua dimensi, yaitu dimensi lahiriah dan batiniah. Karena itu, puasa juga memiliki dimensi batin di balik praktik lahirnya.
Lalu apa perbedaan antara puasa lahir dan puasa batin?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022